Jika boleh mengandaikan Nahdlatul Ulama mendirikan negara, maka kemungkinan besar Brunei Darusasalam adalah bayangan yang paling nyata. Dalam serentang waktu 14 hari, tepatnya dalam kurun 27 Januari -9 Februari 2019 lalu, kami rombongan mahasiswa S3 Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Malang (UNISMA) berkesempatan mengunjungi “negara Nahdlatul Ulama” (daulah nahdliyah). Jika di Indonesia aswaja an-nahdliyah […]
https://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/WhatsApp-Image-2020-05-20-at-8.57.05-PM.jpeg1280960OIA UNISMA Malanghttps://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/Logo-KUI-2024-footer-300x77.pngOIA UNISMA Malang2020-05-24 21:30:482020-05-24 21:30:50Muhibah Akademik di Negeri Imam Syafi’i Brunei Darussalam oleh Dr. Winarto Eka Wahyudi, M.Pd.I., Alumnus Program Doktor Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UNISMA Malang
Pada kesempatan ini, saya ingin menceritakan tentang program darmasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada orang-orang asing di seluruh dunia. Program darmasiswa merupakan program penting untuk semua orang asing, karena saya rasa semua masyarakat Indonesia merupakan saudara-saudara untuk seluruh dunia. Program darmasiswa juga merupakan program yang bagus karena dari pertama saya ingin mendaftar, ada hubungan […]
https://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200523-WA0000.jpg734750OIA UNISMA Malanghttps://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/Logo-KUI-2024-footer-300x77.pngOIA UNISMA Malang2020-05-24 20:39:332020-05-24 21:15:15Program Beasiswa Darmasiswa Oleh Malak Rabaa Mahasiswi UNISMA Malang Asal Palestina
Jika boleh mengandaikan Nahdlatul Ulama mendirikan negara, maka kemungkinan besar Brunei Darusasalam adalah bayangan yang paling nyata. Dalam serentang waktu 14 hari, tepatnya dalam kurun 27 Januari -9 Februari 2019 lalu, kami rombongan mahasiswa S3 Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Malang (UNISMA) berkesempatan mengunjungi “negara Nahdlatul Ulama” (daulah nahdliyah). Jika di Indonesia aswaja an-nahdliyah […]
https://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/WhatsApp-Image-2020-05-20-at-8.57.05-PM.jpeg1280960OIA UNISMA Malanghttps://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/Logo-KUI-2024-footer-300x77.pngOIA UNISMA Malang2020-05-24 21:30:482020-05-24 21:30:50Muhibah Akademik di Negeri Imam Syafi’i Brunei Darussalam oleh Dr. Winarto Eka Wahyudi, M.Pd.I., Alumnus Program Doktor Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UNISMA Malang
Pada kesempatan ini, saya ingin menceritakan tentang program darmasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada orang-orang asing di seluruh dunia. Program darmasiswa merupakan program penting untuk semua orang asing, karena saya rasa semua masyarakat Indonesia merupakan saudara-saudara untuk seluruh dunia. Program darmasiswa juga merupakan program yang bagus karena dari pertama saya ingin mendaftar, ada hubungan […]
https://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/IMG-20200523-WA0000.jpg734750OIA UNISMA Malanghttps://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/Logo-KUI-2024-footer-300x77.pngOIA UNISMA Malang2020-05-24 20:39:332020-05-24 21:15:15Program Beasiswa Darmasiswa Oleh Malak Rabaa Mahasiswi UNISMA Malang Asal Palestina
Jika boleh mengandaikan Nahdlatul Ulama mendirikan negara, maka kemungkinan besar Brunei Darusasalam adalah bayangan yang paling nyata. Dalam serentang waktu 14 hari, tepatnya dalam kurun 27 Januari -9 Februari 2019 lalu, kami rombongan mahasiswa S3 Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Malang (UNISMA) berkesempatan mengunjungi “negara Nahdlatul Ulama” (daulah nahdliyah). Jika di Indonesia aswaja an-nahdliyah bergerak pada aspek kultural, maka di negara yang berjarak selemparan batu dengan Kalimantan ini, ahlusunnah wal jamaah menjelma menjadi madzhab resmi negara.
Dalam rangka overseas short study sekaligus joint student conference, kami sebanyak 16 mahasiswa program beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama RI angkatan 2016 UNISMA Malang berkesempatan belajar selama empat belas hari di dua Universitas bergengsi di Brunei Darusalam, yaitu di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) dan Kolej Universiti Perguruan Ugama Bandar Seri Begawan (KUPUSB).
pasca menyampaikan presentasi di depan dosen dan mahasiswa UNISSA
Di negara yang dipimpin oleh Sultan Hassanal Bolkiah ini, madzhab syafi’i mendapat posisi yang prestisius. Sebagaimana pengamatan kami selama berada di sana, tradisi keislaman masyarakat Brunei sama persis dengan yang selama ini dilakukan oleh warga nahdliyin. Bahkan keistimewaan madzhab syafi’i ini, termaktub dalam Akta Majlis Agama Islam dan Mahkamah-Mahkamah Kadi Penggal 77, bab 43 (1) yang menyatakan:
“dalam membuat dan memberi mana-mana fatwa dengan cara yang ditetapkan terdahulu sebelum ini Majlis dan Jawatan Kuasa Undang-Undang biasanya menurut kaul yang muktamat daripada madzhab syafie”
Gemerlap cahaya madzhab syafi’i semakin benderang di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) yang menjadi camp akademik kami selama di sana. Bahkan di kampus ini, mempunyai lembaga kajian khusus yang diberi nama Pusat Penyelidikan Madzhab Syafi’i, lengkap dengan perpustakaan pusat yang juga mempunyai ruangan khusus bertajuk Madzhab Syafi’i Collection (KMS)/ al-majmu’ah al-madzhabu asy-syafi’i. Bahkan yang menarik, untuk mempublikasikan pemikiran imam syafi’i dan ulama-ulama syafi’iyah, UNISSA memiliki jurnal khusus bertaraf antarbangsa (internasional) yang berjudul Jurnal al-Shafi’i, ditulis dalam tiga bahasa: Inggris, Arab dan Melayu.
mini diskusi teori “Umron” bersama Prof. Mahayudin Hj Yahaya
Bisa dibilang, UNISSA merupakan kepanjangan tangan dari negara untuk mengkampanyekan madzhab syafi’i secara akademik kepada warga di sana. Hal ini dikarenakan seluruh kampus berada dalam naungan Sultan. Begitupun dengan Kolej Universiti Perguruan Ugama Bandar Seri Begawan (KUPUSB), yang mempunyai jarak beberapa menit dari UNISSA juga mempunyai amanah akademik untuk mengajarkan madzhab Syafi’i atas amanah Sultan. Kampus Islam yang disebut terakhir ini, secara khusus berorientasi melahirkan tenaga pendidik yang berhaluan aswaja bermadzhab syafi’i dalam rangka mengokohkan kedudukan agama Islam di Negara yang memiliki kredo “Islam Melayu Beraja” ini .
Posisi madzhab syafi’i yang istimewa ini, bahkan telah dilegitimasi menjadi hukum syariah negara yang disebut sebagai Hukum Kanun Brunei (HKB). Di dalamnya banyak mengatur beragam hukum adat dan syara’ yang meliputi: undang-undang keluarga islam, undang-undang muamalat harta, undang-undang tanah maupun administrasi negara dan hukum acara. Bahkan HKB sudah menyentuh hukum jinayah: semisal hudud dan Qisas. Namun khusus untuk bab Jinayah, saat ini sedang dalam proses pengkajian Pusat Dakwah Islamiyah dan Kementerian Ugama.
Sharing knowledge dengan Mahasiswa S2 UNISSA asli Brunei, Jalaludin
Kegiatan akademik lintas negara ini, merupakan tindak lanjut dari hasil MoU antara UNISMA dengan UNISSA dan KUPUSB yang diadakan tahun lalu. Bahkan, kami disana sempat berkunjung dan disambut hangat oleh Duta Besar Indonesia untuk negara Brunei.
Selama melakukan muhibah akademik kurang lebih dua minggu disana, kami tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menjelajahi tempat-tempat ikonik dan bersejarah di Brunei Darussalam, misalnya: Institut Tahfiz Al-Quran Sultan Hassanal Bolkiah, Masjid Jame’ Asr Sultan Hasanal Bolkiah, Masjid Omar Ali Saifuddin (nama diambil dari ayahanda Sultan), Pusat Dakwah Islamiyah Brunei, musuem alat kebesaran diraja Brunei dan lain sebagainya.
Penulis Dr. Winarto Eka Wahyudi, M.Pd.I adalah Peserta Program Overseas Study UNISMA Malang ke UNISSA Brunei Darussalam tahun 2019, Lulusan Program Studi Doktoral Pendidikan Agama Islam Multikultural Program Pascasarjana UNISMA Malang (Program beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama RI angkatan 2016). Saat ini sebagai Dosen FAI Universitas Islam Lamongan (UNISLA) dan Ketua Lakpesdam NU Kab Lamongan.
Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.
https://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/WhatsApp-Image-2020-05-20-at-8.57.05-PM.jpeg1280960OIA UNISMA Malanghttps://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/Logo-KUI-2024-footer-300x77.pngOIA UNISMA Malang2020-05-24 21:30:482020-05-24 21:30:50Muhibah Akademik di Negeri Imam Syafi’i Brunei Darussalam oleh Dr. Winarto Eka Wahyudi, M.Pd.I., Alumnus Program Doktor Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UNISMA Malang
Pada kesempatan ini, saya ingin menceritakan tentang program darmasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada orang-orang asing di seluruh dunia. Program darmasiswa merupakan program penting untuk semua orang asing, karena saya rasa semua masyarakat Indonesia merupakan saudara-saudara untuk seluruh dunia. Program darmasiswa juga merupakan program yang bagus karena dari pertama saya ingin mendaftar, ada hubungan baik dari kedutaan Republik Indonesia dan mereka selalu peduli dengan orang-orang asing.
Ketika saya datang ke Indonesia saya sedikit khawatir karena saya tidak lancar berbicara bahasa indonesia tetapi alhamdulillah saya sudah dibantu oleh program darmasiswa dan Universitas islam malang yang sangat bagus sehingga saya sudah lancar bahasa Indonesia. Pertama kali ketika baru tiba di Indonesia ada seorang pemandu dan penerjemah. Hal itu bagus menurut saya. Selama dua hari berada di hotel di Jakarta saya bertemu dengan dua orang arab yang mengikuti program darmasiswa di universitas yang lain, mereka menyambut saya dengan baik dan memberi tahu saya beberapa informasi tentang budaya masyarakat yang ada di Indonesia. Dari informasi yang saya dapat, saya berharap bisa belajar bahasa Indonesia dengan baik dan lancar. Kemudian yang membuat saya senang sekali karena selama belajar bahasa Indonesia bisa mendapat budaya Indonesia yang sangat beragam dan saya menikmati proses itu. Hal yang saya dapat dari program darmasiswa adalah mendapatkan teman-teman baru dari berbagai negara, mereka sangat ramah dan baik. Saya sangat bangga terhadap mereka.
Setelah pembukaan program darmasiswa di jakarta, dari Jakarta saya berangkat ke Malang dengan pesawat terbang. Di dalam pesawat saya berkenalan dengan teman-teman darmasiswa lain yang akan pergi ke Malang juga. . Sampai di Malang kami langsung disambut oleh kawan- kawan dari Universitas Islam Malang dan dibawa ke tempat tinggal kami. Di sini berkumpul banyak orang dari seluruh daerah di Malang dan Indonesia.
Saya tinggal bersama mahasiswa-mahasiswa darmasiswa yang berasal dari berbagai negara, mulai dari Syria, Tajikstan, dan Japang. Di sini kami hidup bersama saling membaur satu sama lain. Kami saling membantu dalam hidup di asrama. Selain teman darmasiswa saya juga memiliki teman-teman Indonesia khususnya dari Malang, mereka tinggal di lingkungan tempat tinggal kami. Ada teman perempuan dan teman laki-laki. Mereka semua sangat ramah terhadap kami. Setiap hari mereka menyapa kami ketika hendak ke kampus dan mereka selalu membantu saya dalam mempelajari dan mempraktikkan kemampuan berbicara bahasa Indonesia. Mereka sudi membantu menjelaskan setiap kata-kata yang saya tidak mengerti baik itu nama-nama benda, kata kerja atau kata-kata yang sering digunakan dalam pergaulan sehari-hari (kata-kata nonformal).
Teman-teman Indonesia sering mengajak saya jalan-jalan ke kota dan pergi berbelanja ke pasar. Ketika hari libur mereka mengajak saya pergi ke pantai untuk bertamasya biar tidak suntuk terus- menurus belajar di kamar.
Mempelajari bahasa Indonesia sangat susah karena kalimat dalam bahasa Indonesia memiliki susunan yang jauh berbeda dengan kalimat dalam bahasa Arab. Saya harus mempelajari kata per kata dengan cara mencatat di buku harian. Setiap hari saya selalu menambah kosakata baru di dalam buku catatan kecil saya dan saya mulai menghafal satu per satu. Saya selalu mencoba melafalkan kata-kata tersebut secara berulang kali, supaya mudah saya ingat dan tidak cepat lupa. Setiap hari saya mencatat 15 sampai dengan 20 kata per hari dan itu sangat berat bagi saya, karena saya masih baru belajar bahasa Indonesia, tetapi saya tetap berusaha untuk bisa berbicara bahasa Indonesia dengan benar. Selain teman, saya juga dibantu oleh guru- guru di kelas, mereka mengajarkan kami bahasa Indonesia dari pagi sampai sore. Guru-guru kami sangat pintar dan bisa mengajar Bahasa Indonesia dengan baik.
Universitas Islam Malang (UNISMA) juga punya banyak fakultas dan banyak kelas-kelas yang bagus, contohnya: kelas kita di PIBA bagus sekali dan sangat indah. Meja-mejanya bagus dan kursi-kursinya baik. Asrama yang disediakan oleh UNISMA bagus sekali. Setiap orang memiliki kamar sendiri, setiap kamar punya (ac), dua tempat tidur, meja belajar, lemari, dan asramanya bersih sekali.
Beasiswa dari darmasiswa sangat cukup untuk hidup kita selama satu bulan dan bisa membeli semua sesuatu yang kita mau. Semua orang di dunia pasti tertarik dengan program darmasiswa karena sangat nyaman dan membuat kedamaian dengan banyak negara. Sekarang saya ingin menceritakan tentang pengalaman saya selama program darmasiswa. Pengalaman saya selama program darmasiswa merupakan pengalaman yang paling berkesan selama hidup saya. Pada hari pertama saya datang ke Indonesia, saya mulai kenal dengan teman-teman baru yang berasal dari banyak negara. Saya sempat tinggal di Jakarta selama dua hari. Dua hari itu merupakan momen yang paling saya nikmati untuk berkenalan dengan teman-teman baru. Kemudian saya teringat momen yang tidak terlupakan saat saya menekmati budaya-budaya Indonesia yang sangat beragam.. Kemudian setelah dua hari di jakarta kita pindah ke kota Malang.
Saya mau berbicara sekilas tentang makanan Indonesia terutama di Malang . Di Indonesia ada banyak jenis makanan tetapi semua makanan Indonesia pada umumnya nasi, karena indonesia terkenal sebagai negara penanam padi di sawah. Pertama: nasi goreng, kedua: nasi Padang, ketiga: nasi kuning, keempat: nasi uduk, kelima: nasi briyani. Sudah banyak makanan yang pernah saya makan. Berbeda dengan negara saya, di Palestina saya selalu makan roti. Oleh sebab itu saya susah untuk makan nasi setiap hari, namun karena sudah bisa berbicara bahasa indonesia pasti bisa makan nasi setiap hari dan suka pedas karena Indonesia terkenal di makanan yang pedas. Pertama kali saya berada di sini, saya tidak makan nasi karena tidak suka. Semua menunya nasi, dimana-mana nasi tidak ada roti. Saya susah karena tidak biasa makan nasi, tetapi karena saya tidak mendapatkan roti akhirnya saya harus makan nasi juga dan sekarang saya sudah biasa makan nasi.
Selain mengenal makanan Indonesia saya juga ingin mengenalkan makanan palestina kepada orang-orang Indonesia, salah satunya maqlubah yaitu makanan tradisional palestina terbuat dari nasi, terong dan ayam. Disini saya dibantu oleh teman-teman yang menyiapkan peralatan untuk membuat makanan ini. Mereka sangat senang bisa merasakan makanan tradisional palestina.
Saya juga ingin mengucapkan tentang budaya Indonesia, budaya Indonesia khususnya Malang bagus sekali. Budayanya beragam dan sesuai dengan syariat agama. Saya menikmati hal itu, dan menurut saya budaya Aceh lebih dekat dengan budaya Arab karena pakaian dan ucapan selalu menggunakan kata-kata dari bahasa arab dan kata-kata sapaan seperti bahasa arab. Ada banyak kata-kata dalam bahasa Indonesia yang menggunakan kata-kata bahasa arab seperti tamasya, lafadh, qurban, qari, gitar, salam, gamis, kitab dan lain-lain. Ini sangat membantu saya memahami kata-kata bahasa Indonesia. Semoga saya cepat bisa berbicara bahasa Indonesia!
Ini adalah perasaan saya selama program darmasiswa. Semoga sukses selalu dan hubungan dengan seluruh dunia semakin baik lagi. Saya sangat sedih karena program ini sebentar lagi akan habis, itu berarti saya akan meninggalkan Indonesia dan kawan-kawan saya disini.
Segala penghormatan dan penghargaan kepada pemerintah Republik Indonesia terutama program darmasiswa atas memberikan kita kesempatan bagus ini untuk mendapat ilmu yang bermanfaat. Saya benar- benar tidak akan pernah melupakan pengalaman berharga ini, pengalaman ini akan saya ceritakan kepada keluarga saya, teman-teman saya, dan juga anak-anak saya nanti. Terima kasih saya ucapkan kepada penyelenggara program ini, karena melalui program ini saya bisa dipertemukan dengan orang-orang seluruh dunia, berinteraksi dengan mereka dan saling berbagi informasi mengenai budaya dan adat istiadat di Negara masing-masing, sekali lagi terima kasih darmasiswa, dan terima kasih Indonesia!
Insyaa Allah saya akan mendaftar satu tahun lagi biar semakin lancar. Maafkan saya kalau ada kesalahan kata.
Penulis Malak Rabaa adalah Mahasiswi Program Beasiswa Darmasiswa Kemendikbud di Universitas Islam Malang (UNISMA Malang)Asal Palestina
Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.