UNISMA Berpartisipasi dalam ASIIN Indonesia Conference 2024 di Bali: Upaya Percepatan Akreditasi Internasional

September 30, 2024 – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menunjukkan langkah proaktifnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui partisipasi dalam ASIIN Indonesia Conference 2024 yang diselenggarakan di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali. Acara ini merupakan bagian dari upaya UNISMA dalam mempercepat proses akreditasi internasional yang sejalan dengan standar global. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan tema yang sangat relevan, “Shaping Tomorrow’s Minds: Advancing Higher Education Excellence in Indonesia and Germany.”

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama UNISMA, Ibu Dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., secara khusus hadir dalam acara ini untuk mewakili UNISMA. Partisipasi UNISMA dalam konferensi ini menegaskan komitmen institusi dalam mengadopsi standar akreditasi internasional, terutama dari ASIIN, yang merupakan badan akreditasi internasional terkemuka asal Jerman yang fokus pada bidang teknik, informatika, ilmu alam, dan matematika.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Dr. Hj. Erna Sulistyowati berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan Prof. Dr. Klaus Kreulich, President of the ASIIN Board of Directors, dan Dr. Iring Wasser, Chief Executive Officer of ASIIN. Kedua pemimpin ASIIN ini menyampaikan dukungan mereka terhadap UNISMA dalam proses mencapai akreditasi internasional dan menyatakan apresiasi atas usaha institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat global.

UNISMA telah mengambil langkah besar dengan mengikuti proses akreditasi internasional ini. Kami percaya bahwa kerjasama ini akan memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi UNISMA tetapi juga bagi pendidikan tinggi di Indonesia secara keseluruhan,” ujar Prof. Dr. Klaus Kreulich dalam sambutannya.

Dr. Erna Sulistyowati dalam sesi diskusi menyampaikan bahwa UNISMA saat ini tengah memperkuat berbagai aspek yang berkaitan dengan standar internasional, mulai dari kurikulum, manajemen mutu, hingga pengembangan sumber daya manusia. Menurut beliau, proses akreditasi ini merupakan bagian penting dari strategi UNISMA dalam menciptakan lulusan yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan global.

“Melalui akreditasi ASIIN, kami berharap dapat memperkuat posisi UNISMA sebagai salah satu universitas terkemuka yang tidak hanya unggul di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Ini adalah salah satu upaya kami untuk terus mendorong inovasi dalam pengajaran dan penelitian, serta memperkuat hubungan kami dengan berbagai mitra internasional,” ujar Ibu Erna.

Acara ASIIN Indonesia Conference 2024 dihadiri oleh berbagai perwakilan dari perguruan tinggi di Indonesia dan Jerman, serta para ahli dan akademisi yang terlibat dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Diskusi dalam acara ini mencakup topik-topik penting seperti implementasi standar internasional dalam akreditasi, peran pendidikan tinggi dalam inovasi dan teknologi, serta bagaimana memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Jerman dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul.

Di samping itu, Dr. Iring Wasser, Chief Executive Officer of ASIIN, menekankan pentingnya kerjasama antara lembaga pendidikan tinggi di Indonesia dan Jerman untuk meningkatkan kualitas akademik dan daya saing di kancah internasional. “Kami senang melihat partisipasi aktif dari UNISMA dalam konferensi ini dan berharap bahwa kolaborasi antara ASIIN dan UNISMA dapat terus berlanjut dan berkembang di masa mendatang,” ujar Dr. Iring Wasser.

Tidak hanya berhenti pada akreditasi, UNISMA juga berencana untuk mengembangkan lebih banyak program berbasis internasional, termasuk meningkatkan jumlah mahasiswa internasional, memperluas jaringan kerjasama penelitian, dan mendukung program pertukaran pelajar dengan universitas-universitas di luar negeri.

ASIIN sendiri dikenal sebagai badan akreditasi yang memiliki reputasi global dalam mengevaluasi dan menjamin kualitas pendidikan tinggi di bidang teknik, informatika, ilmu alam, dan ilmu kehidupan. Kehadiran UNISMA dalam forum ini memperkuat upaya universitas dalam memastikan bahwa seluruh program studi yang ditawarkan telah memenuhi standar internasional.

Dengan tema “Shaping Tomorrow’s Minds: Advancing Higher Education Excellence in Indonesia and Germany,” konferensi ini menjadi platform strategis bagi UNISMA untuk bertukar wawasan, belajar dari praktik terbaik di bidang pendidikan tinggi internasional, serta memperkuat hubungan bilateral dengan institusi pendidikan di Jerman.

Keikutsertaan UNISMA dalam ASIIN Indonesia Conference 2024 adalah langkah signifikan dalam meningkatkan daya saing dan kualitas pendidikan yang diakui secara global. Dengan demikian, UNISMA siap melangkah lebih jauh untuk mewujudkan visinya sebagai universitas berkelas dunia yang berkontribusi pada perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia dan dunia internasional.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Unisma Hadiri Acara Double Tenth Day Bersama TETO Surabaya

Oktober 8, 2024– Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mempererat hubungan internasional dengan menghadiri perayaan Double Tenth Day, yang merupakan hari nasional Taiwan. Pada kesempatan istimewa ini, Unisma diwakili oleh Ibu Dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, yang hadir untuk mewakili Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. Acara ini diselenggarakan oleh Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya, dan dihadiri langsung oleh Director General TETO Surabaya, Mr. Isaac C. Chiu, bersama Mrs. Chiu.

Perayaan Double Tenth Day menjadi simbol penting bagi hubungan diplomatik dan kerjasama antara Taiwan dan berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada acara ini, Mr. Isaac C. Chiu menyampaikan apresiasi mendalam kepada Unisma atas dedikasi dan inisiatif yang telah dilakukan dalam memperkuat hubungan kerjasama akademik dan pengembangan sumber daya manusia antara kedua belah pihak. Menurut beliau, komitmen Unisma dalam menciptakan peluang pendidikan internasional dan riset kolaboratif merupakan landasan penting bagi pengembangan hubungan bilateral yang saling menguntungkan.

“Kami sangat menghargai kerjasama yang telah terjalin dengan Unisma, yang terus aktif berpartisipasi dalam berbagai program pendidikan internasional. Kami percaya bahwa hubungan ini akan terus berkembang ke arah yang lebih baik, dengan berbagai peluang baru dalam pendidikan, riset, dan pengembangan mahasiswa di masa mendatang,” ujar Mr. Isaac C. Chiu dalam sambutannya.

Ibu Dr. Hj. Erna Sulistyowati dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TETO atas dukungan yang telah diberikan kepada Unisma selama ini. Menurut beliau, kerjasama ini bukan hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga berkontribusi dalam membangun hubungan yang lebih erat antara mahasiswa dan dosen dari kedua negara. “Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Unisma, terutama dalam menghadapi tantangan global di dunia pendidikan,” ujar beliau.

Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh perwakilan dari pihak Unisma dan TETO, tetapi juga para tamu undangan dari berbagai institusi pendidikan dan lembaga pemerintah. Diskusi mengenai rencana pengembangan lebih lanjut dalam hal pertukaran pelajar, beasiswa, dan penelitian bersama antara Unisma dan universitas-universitas di Taiwan menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan ini.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Ibu Wakil Rektor didampingi oleh tim dari Lembaga Urusan Internasional Unisma yang terdiri dari Sonny Elfiyanto, S.S., M.Pd., Ph.D., selaku Head of International Collaboration Research Development Affairs, serta Erfan Efendi, M.Pd., Head of International Student and Global Outreach. Kedua tokoh ini memiliki peran penting dalam mengelola berbagai program kolaborasi internasional Unisma, mulai dari pertukaran pelajar, penelitian lintas negara, hingga kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa di tingkat global.

Sonny Elfiyanto, Ph.D. menambahkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan berbagai inisiatif baru untuk memperluas peluang kerjasama dengan universitas-universitas di Taiwan, baik dalam bidang teknologi, inovasi pendidikan, maupun pengembangan kurikulum internasional. Sedangkan Erfan Efendi, M.Pd., menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan jumlah mahasiswa internasional di Unisma melalui program-program unggulan yang dapat menarik minat pelajar dari seluruh dunia.

Acara perayaan Double Tenth Day ini menjadi momentum penting bagi Unisma dalam memperkuat eksistensinya di kancah internasional, sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kerjasama strategis dengan mitra-mitra global demi kemajuan pendidikan tinggi yang berkelanjutan.

Dengan adanya hubungan yang semakin erat antara Unisma dan TETO, diharapkan akan semakin banyak inisiatif dan program-program kerjasama yang dapat diimplementasikan ke depan, tidak hanya terbatas pada bidang akademik, tetapi juga mencakup berbagai aspek pengembangan sumber daya manusia dan inovasi.

Rektor Unisma Jadi Session Chair pada Global Education Summit 2024 di India

Oktober 7, 2024 – Lompatan signifikan kembali dicatatkan oleh Universitas Islam Malang (Unisma) di arena internasional. Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., terpilih sebagai session chair dalam Global Education Summit 2024 yang berlangsung di Chandigarh University, India, pada Sabtu (5/10/2024).

Prof. Junaidi diundang untuk memimpin sesi dalam acara bergengsi yang dihadiri oleh pemimpin pendidikan, akademisi, dan praktisi dari berbagai belahan dunia, guna membahas masa depan pendidikan global serta Sustainable Development Goals (SDGs).

Penunjukan Prof. Junaidi sebagai session chair merupakan pengakuan atas kontribusinya di bidang pendidikan, terutama dalam pengembangan perguruan tinggi berbasis Islam di Indonesia. Dengan berbagai inovasi pendidikan yang diterapkan di Unisma, beliau dianggap mampu memimpin diskusi panel dengan tema ‘Repositioning the Universities for The Achievements of SDG’s with Local Technologies and Manpower’.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Junaidi memandu diskusi mengenai integrasi keberlanjutan dalam aspek akademis, mencakup pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat, yang memanfaatkan teknologi dan sumber daya lokal, terutama di negara-negara berkembang. Sesi ini juga fokus pada isu-isu seperti penggunaan kecerdasan buatan, pendidikan jarak jauh, dan integrasi teknologi dalam kurikulum.

Sebelum keberangkatannya ke India, Prof. Junaidi menyatakan bahwa kesempatan ini merupakan kehormatan bagi Unisma dan Indonesia. Ia menegaskan bahwa peran ini lebih dari sekadar individu, melainkan juga mewakili perkembangan perguruan tinggi di Indonesia yang siap bersaing di kancah global.

Global Education Summit 2024 diperkirakan akan menjadi salah satu pertemuan pendidikan terbesar, membahas topik-topik penting bagi masa depan pendidikan dunia. Acara ini berfungsi sebagai platform bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar ide dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi oleh sektor pendidikan di era digital.

Keikutsertaan Unisma dalam forum internasional ini tidak hanya memperluas jaringan global, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia, yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan global. Ini sejalan dengan tagline “Unisma dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia”, yang menjadi pijakan menuju status World Class University.

Selain sebagai session chair, Prof. Junaidi juga mengadakan pertemuan bilateral dengan rektor dari berbagai universitas di Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa untuk membahas potensi kerja sama akademik dan penelitian. Melalui peran aktif ini, ia berharap Unisma dapat terus mengembangkan kapasitas internasionalnya dan memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pendidikan global yang inklusif dan inovatif.

Penandatanganan MoU antara Universitas Islam Malang (UNISMA) dan Chandigarh University, India

Pada tanggal 5 Oktober 2024, Universitas Islam Malang (UNISMA) mengadakan acara penandatanganan (MoU) dengan Chandigarh University, India. Acara ini berlangsung di Chandigarh University dan dihadiri oleh Rektor UNISMA Bapak Prof.Drs.H. Junaidi M.Pd.,Ph.D., dan di dampingi oleh Ketua Pusat International Collaboration and Development Affairs , Sonny Efiyanto,M.Pd.,Ph.D.,. Dalam sambutannya, Rektor UNISMA menekankan pentingnya kerjasama internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian serta membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas melalui MoU.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU yang menandai jalinan kerjasama di berbagai bidang, dengan tujuan memperkuat hubungan bilateral di bidang pendidikan dengan berbagai institusi terkemuka di negara tersebut. Kedua pihak kemudian membahas ruang lingkup kerjasama yang mencakup kolaborasi penelitian di bidang pendidikan, serta program pengembangan kapasitas dan pelatihan.

Acara diakhiri dengan harapan bahwa kerjasama ini akan memberikan manfaat signifikan bagi kedua institusi dan mendukung pengembangan pendidikan tinggi terkemuka. Selain itu, komitmen UNISMA untuk terus menjalin kemitraan dengan universitas international lainnya demi meningkatkan kualitas dan daya saing lulusannya.

Kunjungan ke India, Rektor Unisma Tingkatkan Kolaborasi dengan Jawaharlal Nehru University

Unisma, 05 Oktober 2024. Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., melakukan kunjungan kerja luar negeri perdananya ke India dengan tujuan memperkuat hubungan bilateral di bidang pendidikan dengan berbagai institusi terkemuka di negara tersebut. Salah satu agenda utama kunjungan ini adalah pertemuan dengan perwakilan dari Jawaharlal Nehru University (JNU), sebuah universitas riset terkemuka di India yang dikenal atas keunggulannya di berbagai disiplin ilmu, termasuk studi internasional dan hubungan diplomatik. JNU menjadi destinasi pertama kunjungan Prof. Junaidi di New Delhi.

Dalam pertemuan tersebut, Unisma dan JNU sepakat untuk menandatangani MoU terkait dengan Tridharma Perguruan Tinggi. Pertemuan dengan pimpinan JNU, yang diwakili oleh Prof. Kumaraswamy selaku Direktur Kerja Sama Internasional dan Prof. Shankari Sundararamam dari Centre of Indo-Pacific Studies, yang fasih berbahasa Indonesia, membahas peluang kolaborasi akademik di berbagai bidang. Diskusi juga mencakup kemungkinan adanya pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penyelenggaraan program riset bersama. Prof. Junaidi menekankan pentingnya membangun hubungan yang kokoh antara Unisma dan JNU guna mengembangkan pendidikan yang dapat bersaing di kancah global, sejalan dengan milestone Unisma dalam mencapai status universitas kelas dunia.

“Kunjungan ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jaringan internasional Unisma. Kami melihat banyak potensi kerja sama dengan JNU yang dapat menguntungkan kedua belah pihak, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas wawasan global mahasiswa kami,” ungkap Prof. Junaidi pada Jumat (4/10/2024). Selain bertemu dengan JNU, Rektor Unisma juga bertatap muka dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk India, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi. Pertemuan ini membahas penguatan hubungan Indonesia-India melalui jalur pendidikan serta dukungan bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di India.

Pertemuan tersebut juga membuka peluang bagi mahasiswa India untuk belajar di Unisma, terutama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia. Dubes RI yang pernah mengunjungi Unisma sebelumnya menyambut baik inisiatif ini dan menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam mempererat hubungan kedua negara. “India adalah salah satu mitra strategis Indonesia di bidang pendidikan, dan kami melihat peran penting Unisma dalam mengembangkan jaringan kerja sama ini,” ujar Dubes RI di New Delhi.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Unisma untuk memperkuat jejaring globalnya dan menciptakan program pendidikan yang lebih inklusif dan berorientasi masa depan. Harapannya, kunjungan ini akan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan India, khususnya dalam pendidikan tinggi yang mengedepankan nilai-nilai universal Islam dan inovasi. Dalam kunjungan tersebut, Rektor Unisma didampingi oleh Ketua Pusat International Collaboration and Development Affairs, Sonny Elfiyanto, M.Pd., Ph.D., yang juga menegaskan komitmen Unisma untuk terus menjalin kemitraan dengan universitas internasional lainnya demi meningkatkan kualitas dan daya saing lulusannya.

Program Internasionalisasi FAI UNISMA: Mengirimkan Mahasiswa PPL-KSM ke Luar Negeri

Unisma, 05 Oktober 2024. Sebanyak 11 mahasiswa terpilih dari Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA) diberangkatkan ke Malaysia. Mereka mengikuti Program Praktik Pengalaman Lapangan-Kandidat Sarjana Mengabdi (PPL-KSM) selama hampir sebulan, berangkat Kamis lalu (3/10) hingga 1 November mendatang. “Ini adalah program yang merupakan bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan di FAI UNISMA. Tujuannya, memperluas relasi secara global dan membentuk karakter mahasiswa yang adaptif, serta berwawasan internasional,” kata Dekan FAI UNISMA, Dr Drs KH Abdul Jalil, M.Pd.I.

Selama di Malaysia, para mahasiswa tersebut ditempatkan di empat lokasi, yang terdiri dari lembaga pendidikan dan lembaga peradilan di Malaysia, dimana keempat lembaga tersebut sudah bermitra dengan FAI UNISMA selama empat tahun terakhir. Keempat lembaga itu adalah: Madrasah Uthmaniyah Abim di Pulau Pinang, Sekolah Rendah Islam (SERI) Almaarif di Sungai Petani, Maahad Tahfidz Teh Samat, dan Mahkamah Syariah Pulau Pinang. “Keberlanjutan kerja sama ini mencerminkan komitmen FAI UNISMA dalam memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa,” tandas Abdul Jalil.

Ke-11 mahasiswa yang melakukan perjalanan ke negara jiran tersebut merupakan hasil seleksi dari beberapa departemen dan program studi  FAI UNISMA. yakni dua orang mahasiswa  Program  Pendidikan dan Penelitian Agama Islam (PAI). Tiga mahasiswa  Program Studi Hukum Keluarga Islam Ahwal Shakshiya (HKI-AS). Tiga orang siswa Program  Pendidikan Guru dan Penelitian Madrasah Ibtidaiya (PGMI). Tiga orang mahasiswa Program Pendidikan dan Penelitian Bahasa Arab (PBA). Melalui program yang mereka ikuti selama tinggal di Malaysia, kami ingin siswa kami belajar lebih dari sekedar teori pendidikan dan hukum keluarga Islam.

 Namun, mereka juga terlibat langsung dalam pendidikan, pengajaran, dan praktik  di lembaga-lembaga tersebut. “Ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk memahami sistem pendidikan dan hukum Islam negara lain, serta membangun jaringan internasional yang dapat menunjang karir masa depan mereka,” tambah Abdul Jalil.

Sebelum berangkat ke Malaysia, para mahasiswa mendapat motivasi dan nasehat dari Guru Besar yang juga Dekan FAI dan  Rektor UNISMA. Junaidi, PhD “Kegiatan ini akan  mengubah pandangan hidup Anda di masa depan,” kata Abdul Jalil kepada para mahasiswa sebelum berangkat ke Malaysia. Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar siap menghadapi  tantangan apa pun dan memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya. Melalui program yang mereka ikuti selama tinggal di Malaysia, kami ingin siswa kami belajar lebih dari sekedar teori pendidikan dan hukum keluarga Islam.

Namun, mereka juga terlibat langsung dalam pendidikan, pengajaran, dan praktik  di lembaga-lembaga tersebut. “Ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk memahami sistem pendidikan dan hukum Islam negara lain, serta membangun jaringan internasional yang dapat menunjang karir masa depan mereka,” tambah Abdul Jalil. Sebelum berangkat ke Malaysia, para mahasiswa mendapat motivasi dan nasehat dari Guru Besar yang juga Dekan FAI dan  Rektor UNISMA. Junaidi, PhD “Kegiatan ini akan  mengubah pandangan hidup Anda di masa depan,” kata Abdul Jalil kepada para mahasiswa sebelum berangkat ke Malaysia. Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar siap menghadapi  tantangan apa pun dan memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya. Berbicara pada kesempatan tersebut, Rektor UNISMA Prof. Junaidi,  Ph.D mengatakan bahwa tantangan budaya yang dikenal dengan ‘sock culture’ juga akan menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

Namun ia yakin mahasiswa FAI UNISMA mampu beradaptasi dengan budaya, adat istiadat, dan kehidupan  Malaysia. “Harus lincah, tanggap, dan gigih menghadapi situasi apa pun.

 Aliska Farah Dilla, salah satu peserta mengatakan, “Keinginan awal untuk menuntut ilmu harus terus dikuatkan agar kita bisa memanfaatkan segala peluang yang ada di luar negeri.” Ia mengungkapkan kegembiraannya dalam memilih program KSM.

 “Berpartisipasi dalam program PPL di luar negeri” Negara ini adalah kesempatan unik untuk memperluas wawasan Anda, meningkatkan keterampilan dan beradaptasi dengan lingkungan global. Ini bukan hanya tentang belajar, ini juga tentang menantang diri sendiri dan membangun jaringan internasional. Mahasiswa PGMI Kelas 7 ini menambahkan,  setiap langkah yang diambilnya ke luar negeri merupakan investasi jangka panjang yang bermanfaat bagi karirnya di masa depan.

Migrasi mahasiswa PPL-KSM ke luar negeri bukanlah hal baru bagi FAI UNISMA. Fakultas kami secara teratur mengirim siswa ke luar negeri setiap tahun sebagai bagian dari program internasionalisasi kami.Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan siswa pengalaman global yang akan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja nasional dan internasional. FAI UNISMA fokus pada pengembangan kemampuan beradaptasi, kemampuan komunikasi antarbudaya, dan ketajaman global untuk mempersiapkan lulusan  tidak hanya kompeten secara akademis tetapi juga  pemimpin masa depan yang mampu menghadapi tantangan global.FAI UNISMA berupaya untuk terus memperluas cakupan program internasionalisasi ini ke depan dengan menambah  negara tambahan dan memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan pengadilan syariah di masing-masing negara.