Budaya Timor-Leste Oleh Clemensia Da Costa Baptista Mahasiswi Fakultas Hukum UNISMA Malang
Timor Leste merupakan suatu Negara yang memiliki berbagai macam suku dan etnis dan juga berbagai macam seni dan budaya yang khas dan unik. Salah satunya adalah Tais. Tais merupakan pakaian tradisional yang sakral yang hanya digunakan oleh orang-orang penting seperti liurai (raja) dan dalam upacara-upacara penting. Tais Timor -Leste pada dasarnya merupakan kain yang diproses dengan alat tenun tradisional dan bukan mesin, alat tersebut dalam bahasa tetun disebut soru/songket. Dengan proses tenun tersebut akhirnya menjadi tais dengan berbagai motif yang menunjukan budaya atau identitas dari masing-masing daerah di Timor Leste. Tais tenun dapat dibagi menjadi dua yaitu tais feto (perempuan) dan tais mane (laki-laki). Dalam perkembangan saat ini tais bukan saja sebagai pakaian tradisional masyarakat Timor -Leste, tapi juga sebagai salah satu warisan budaya yang patut dipertahankan dan dikembangkan guna mempromosikan warisan budaya oleh masyarakat Timor Leste.
Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!
Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/
Selain Tais, Timor Leste juga memiliki aneka ragam tari-tarian antara lain: tari bidu dan tari likurai. Tarian tersebut diikuti oleh perempuan yang memakai kain tais dan hiasan lainnya pada tangan kiri. Sambil membawa babadok (semacam gendang kecil) yang disisipkan pada ketiak sambil menari dan yang lainnya memukul kenong (gong kecil) berjalan bersama-sama sambil menari. Laki-laki yang ikut menari memakai pakaian adat lengkap dengan ikat kepala yang diberi hiasan bulu-bulu ayam dan membawa surik (semacam pedang).
Lain halnya dengan tarian tebe (seperti tebe liurai, tebe bunak, dahur dan sebagainya), diikuti oleh laki-laki dan perempuan, tua muda bisa ikut menari dengan membentuk satu lingkaran, saling bergandengan tangan dan berputar dengan menghentak-hentakkan kaki sambil menyanyi bersahut-sahutan.
Nyanyian dan lagu daerah Timor -Leste pada umumnya – menggunakan bahasa Tetun dengan diiringi satu musik orkes koremetan, yaitu musik tradisional yang terdiri dari gitar, biola, culeie, bandolin dan tambur. Musik ini dimainkan dalam upacara pelepasan kain hitam yang dipakai oleh sanak saudara orang yang meninggal, sebagai tanda ikut berduka cita sesudah satu tahun dipakai.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!
Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/
Menurut Artur Basilio di Timor-Leste ada kelompok bahasa yang dipergunakan aleh penduduk Timar Timur sebagai alat komunikasi dengan kelompok-kelompok tetangganya antara lain (1) Bahasa Tetun Terik (2) Bahasa Makasai (3) Bahasa Galole (4) Bahasa Bunak (5) Bahasa Kemak (6) Bahasa Dagada (7) Bahasa Mambai (8) Bahasa date (9) Bahasa Tokodede 10) Bahasa Baikenu.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!
Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/
Di daerah Timor- Leste terdapat syair-syair atau seni bertutur dalam bahasa daerah yang diucapkan pada upacara-upacara perkawinan, kelahiran anak dan kematian. Sedangkan prosa rakyat juga terdapat pada masyarakat ini yaitu cerita rakyat yang berhubungan dengan mitos dan legenda daerah.
- Penulis Clemensia Da Costa Baptista adalah Mahasiswi Fakultas Hukum UNISMA Malang
- Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
- Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
- Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
- Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.
Pengalaman di Eropa dan Asia Oleh Prof. Dr. Hj. Nurhajati, S.E., M.S., Dosen FEB UNISMA Malang
Kota Barcelona, Spanyol, tidak hanya terkenal karena club sepakbolanya yang mendunia tetapi juga sangat maju dalam bidang perdagangan dan bisnis. Sangat mungkin karena negara-negara Eropa Barat termasuk Spanyol telah berkembang Merkantilisme sejak abad ke-16. Salah satu tujuan utamanya adalah meperoleh surplus perdagangan melalui perluasan pasar dunia. Salah satu contohnya adalah berdirinya VOC di Indonesia tahun 1602.
Spanyol secara rutin mengadakan pameran dagang internasional. Saya berkesempatan menghadiri pameran batik “EXPOHOGAR Barcelona” tahun 2016 atas undangan ITPC (International Trade Promotion Center) melalui Perwakilan Perdagangan Luar Negeri Republik Indonesia.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!
Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/
Setelah pameran yang berlangsung selama 5 hari, saya bersama cucu-cucu dan menantu mengunjungi beberapa kota Italia (Milan, Roma, dan Venice) dan Belanda selama 2 minggu memanfaatkan visa sengen.
Kota Barcelona dan kota-kota di Eropa lainnya walaupun bangunannya sudah tua tetapi gaya arsitekturnya unik dan menarik. Bukan hanya itu, budaya bersih, disiplin waktu dan antri di tempat-tempat umum membuat membuat setiap pengunjung asing merasa nyaman.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!
Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/
Budaya bersih, disiplin waktu dan berlalu lintas termasuk antri di tempat umum sangat penting untuk menarik wisatawan macanegara ke Indonesia.
Pengalaman yang berbeda saya alami di Asia, tepatnya Korea Selatan. Pada bulan Juli 2018 saya mengikuti Pameran Handmade Korea Summer atas undangan Kementerian Koperasi dan UKM. Masyarakat Korea Selatan termasuk pekerja keras, ulet, dan sengat mencintai produk dalam negeri buatan Korea. Baju tradisional Hanbok sangat digemari masyarakatnya, bahkan sudah menjadi salah satu produk wisata internasional. Tidak heran walaupun usia kemerdekaannya sama persis dengan Indonesia, saat ini Korea Selatan sudah termasuk negara ekonomi maju. Beberapa produk teknologinya seperti Samsung sudah menjadi market leader dunia. Kesadaran masyarakat Indonesia mencintai produk dalam negeri dan menggunakan batik atau pakaian tradisional masih perlu ditingkatkan.

- Penulis Prof. Dr. Hj. Nurhajati, S.E., M.S. adalah Dosen FEB Universitas Islam Malang (UNISMA Malang)
- Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
- Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
- Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
- Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.
Nasi, Jejak Gus Dur, dan Frakfurt yang Multikultural Oleh Dr. Ari Ambarwati, S.S., M.Pd Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNISMA Malang
Berburu nasi. Itulah keinginan sederhana tiga sahabat (bu Dyah Werdiningsih, bu Sri Wahyuni, dan pak Hasan Busri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Malang), yang saya amini saat kami baru menginjakkan kaki di Frankfurt Am Main, paruh ketiga dan keempat Mei, 2015. Kami berempat mendapatkan undangan dari Prof. Arndt Graf, ahli Asia Tenggara, khususnya budaya Indonesia dan Melayu, guru besar di Goethe Universitat, Frankfurt, Jerman, untuk membentangkan kertas kerja terkait pemartabatan bahasa Indonesia (dan Melayu). Guru besar yang banyak menulis penelitian tentang Indonesia itu rupanya pengagum berat Indonesia dan Gus Dur. Terbukti, di meja kerjanya di Goethe Universitat, kampus Bockenheim, Senckenbergerlage 31-33, Prof Graf, demikian ia biasa disapa, hanya menyimpan sedikit foto, termasuk foto saat Kunjungan Gus Dur saat menjadi Presiden Indonesia, pada Februari 2000. Ia juga menyimpan kain batik dan wayang kulit dari Indonesia, yang ditempel di dinding meja kerjanya. “Ingatan saya tentang Indonesia ada tiga, batik, wayang, dan Gus Dur.” Katanya saat saya bertanya, apa pentingnya benda-benda dari Indonesia itu di meja kerjanya.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!
Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/
Frankfurt Am Main, adalah kota terbesar di negara bagian Hessen, Jerman. Kota pusat perdagangan ekonomi Eropa ini juga merupakan kota terbesar kelima di Jerman. Sebelum berangkat, saya sudah mencari tahu informasi tentang kota ini di internet. Kota multikultural, itulah label yang tersemat untuk Frankfurt. Tagline Frankfurt sebagai kota multikultural, senapas dengan spririt Universitas Islam Malang, yang juga menasbihkan diri sebagai kampus multikultural. Multikultural berarti multietnis, multibudaya, multiagama dan kepercayaan, serta tentu saja multikuliner. Artinya kuliner Asia yang basisnya nasi seharusnya mudah ditemukan.
Hari pertama kami langsung istirahat karena kami tiba di Frankfurt Jumat, pukul 9 malam, atauhari Sabtu pukul 03.00 waktu Indonesia. Hari kedua kami memutari (setelah sebelumnya sarapan biskuit dan kudapan ringan yang kami bawa dari Indonesia) Hauptbahnhof (Hbf; stasiun utama di kota Frankfurt) mendapati kentang goreng dan fish chips (ikan goreng) yang dimakan dengan saus tartar, yang menurut pak Hasan, bu Dyah dan bu Yuni rasanya ajaib. Saya mencoba berdamai dengan dua porsi makanan yang kami lahap ramai-ramai berempat. Menyesal karena kami tidak membawa saus tomat, saus sambal ataupun kecap yang bisa jadi teman makan kentang dan fish chips tadi. Hari kedua kami lewatkan tanpa nasi.
Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!
Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/
Tiba di hotel saya diminta untuk meminta air panas untuk membuat mie instan, yang juga kami bawa dari Indonesia. Kami berangan-angan makan mie instan hangat dengan topping abon yang juga kami bawa dari tanah air. Nah, saya bergegas turun ke resepsionis. Begitu saya minta air panas, ia mengerutkan kening sembari mengatakan pada saya bahwa saya bisa mendaparkan air panas langsung dari kran, begitu juga air minum, “You can drink the water directly from the tap,” Baiklah. Saya baru sadar bahwa saya tengah benar-benar berada di Jerman. Negara yang terkemuka di bidang industri pengolahan air minumnya. Di Indonesia, pihak hotel selalu menyediakan air minum kemasan sebagai bagian dari pelayanan. Dalam hati saya menyesal mengapa membuang uang 3 Euro untuk dua botol air kemasan yang rasanya bercampur soda sebagai persediaan minum kami di hotel. Saya bisa paham mengapa petugas resepsionis mengernyitkan dahi dan menatap saya heran ketika saya meminta air panas dan air dingin. Hahaaa…saya kembali ke kamar dengan senyum kecut karena bisa membayangkan bagaimana reaksi teman-teman saat saya katakan kita akan minum air kran….

Jadilah kami menikmati mie instan air panas dari kran sebagai ‘kuah’nya. Bismillah, kami akan sehat dengan air higienis itu. Sejak saat itulah saya ditahbiskan sebagai tukang cethik geni (orang yang memasak air) oleh teman-teman, heheee..sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Saya memahami kendala psikologis teman-teman yang segan meminum air langsung dari kran, maka saya juga dengan senang hati mengisikan botol-botol mereka dengan air kran daripada harus membuang Euro demi sebotol air minum mineral. Beres urusan air putih, kami masih punya PR untuk menemukan resto yang menyediakan nasi putih sesegera mungkin. Perut Indonesia memang tak bisa jauh dari nasi.
Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!
Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/
Hari ketiga kami lewatkan( masih) tanpa nasi karena kami memutuskan untuk ke Paris dengan kereta cepat ICE. Seharian di Paris kami bertahan dengan biskuit, jelly, coklat, permen, dan juga roti yang kami beli di stasiun Hbf, dan tentu berbotol-botol air kran. Saat di menara Eiffel kami mengganjal perut dengan kue wafel dan crepes dengan isi vla dan coklat yang cukup membuat perut kami anteng hingga kembali ke Frankfurt hampir tengah malam.
Hari keempat kami bertekad harus mendapatkan nasi. Setelah berselancar di internet dan bertanya pada teman-teman yang sudah pernah ke Frankfurt dan berbekal peta kota Frankfurt kami menyusuri jalan sekitar Hbf. Akhirnya langkah kami terhenti di Elbestrabe 15. Thai Fun Halal Resto, persis seperti yang disarankan kawan saya. Kami masuk dan memesan dua porsi nasi bebek yang disajikan dengan tumis sayur. Sebelumnya kawan saya mengingatkan bahwa porsi makanan di resto ini besar untuk ukuran perut Indonesia, dan biasanya cukup untuk dua orang. Alhasil, kami berempat mengeroyok dua porsi nasi bebek dengan suka cita. Sebelum pulang, kami memesan lagi dua porsi nasi bebek untuk makan malam. Dan, penjual bebek halal asal Thai tersebut menambahi porsi nasi pesanan kami, dengan senyum mengembang. Alhamdulillah… Frankfurt mengajarkan teladan pada saya, bahwa tagline multikultural, benar-benar menjadi napas perjuangan kota yang menjadi tempat filsuf Jerman, John Wolfgang menebar benih penghargaan pada keberagaman. Layaknya juga Universitas Islam Malang, yang tengah menapaki jalan multikulturalismenya.
Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!
Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/
- Penulis Dr. Ari Ambarwati, S.S., M.Pd adalah Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Islam Malang (UNISMA Malang)
- Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
- Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
- Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
- Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.
Download File Presentasi: Yang Belum Kita Ketahui Tentang Publikasi di Jurnal Internasional oleh M Faruq Ubaidillah (Center for Scientific Publication Universitas Negeri Malang)
Download File Presentasi: Beyond the Realm Yang Belum Kita Ketahui Tentang Publikasi di Jurnal Internasional oleh M Faruq Ubaidillah (Center for Scientific Publication Universitas Negeri Malang) di link berikut: https://bit.ly/unismajaya
Materi ini disampaikan pada acara Edu-Talk OIA UNISMA Malang dengan tema Produktif Menulis Artikel di Tengah Pandemi Covid-19 (Live Streaming melalui Facebook OIA UNISMA Malang) pada hari Jumat 22 Mei 2020 Pukul 13.00-14.30 WIB. Rekaman Video Live Streamingnya di Facebook OIA UNISMA Malang. Saksikan rekaman Videonya di sini: https://web.facebook.com/oia.unisma.1/videos/254747362397314/

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!
Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/
Atau bisa juga langsung ke UNISMA Malang (dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19), di Jalan Mayjen Haryono, 193, Malang, Jawa Timur 65144
UNISMA Malang:
- Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia
- Terakreditasi BAN-PT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
- Memiliki mahasiswa, mitra, dan alumni dari 28 negara, seluruh wilayah Indonesia, dan dari berbagai suku dan agama.
- Menerima Penghargaan the Best Performing University of the Year
- PTS peringkat 3 (LLDIKTI Wilayah VII dari 326 institusi pendidikan tinggi di Provinsi Jawa Timur)
- Ditunjuk Kemenristek RI sebagai Lembaga Penelitian Klaster Utama, dengan anggaran penelitian Rp. 15 miliar per tahun.
- 100 universitas terbaik, dari 2.141 institusi pendidikan tinggi non-kejuruan se Indonesia.
Daftar sekarang dan bergabunglah dengan kami di UNISMA Malang! http://pmb.unisma.ac.id/
Pilihan Program Studi di UNISMA Malang: http://pmb.unisma.ac.id/
- Prodi Administrasi Bisnis
- Prodi Administrasi Publik
- Prodi Agribisnis
- Prodi Agroteknologi
- Prodi Ahwal Al Syakhsyiyah
- Prodi Akuntansi
- Prodi Biologi
- Prodi Farmasi
- Prodi Ilmu Hukum
- Prodi Ilmu Peternakan
- Prodi Manajemen
- Prodi Pendidikan Agama
- Prodi Pendidikan Bahasa Arab
- Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
- Prodi Pendidikan Dokter
- Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI)
- Prodi Pendidikan Guru Roudlotul Athfal (PGRA)
- Prodi Pendidikan Matematika
- Prodi Perbankan Syari’ah
- Prodi Teknik Elektro
- Prodi Teknik Mesin
- Prodi Teknik Sipil
- Profesi Dokter
- Magister Pendidikan Agama Islam
- Magister Hukum Islam
- Magister Manajemen
- Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
- Magister Pendidikan Bahasa Inggris
- Magister Ilmu Administrasi
- Magister Kenotariatan
- Magister Peternakan
- Program Doktor Pendidikan Islam Multikultural
Download File Presentasi: Menulis Artikel Ilmiah di Tengah Pandemi Covid-19 oleh Dr. Dwi Fita Heriyawati, M.Pd Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Rumah Jurnal LPPM UNISMA Malang
Download File Presentasi: Menulis Artikel Ilmiah di Tengah Pandemi Covid-19 oleh Dr. Dwi Fita Heriyawati, M.Pd Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Rumah Jurnal LPPM UNISMA. di link berikut: http://kui.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Menulis-Artikel-Ilmiah-Dr-Dwi-Fita-Heriyawati.pdf
Materi ini disampaikan pada acara Edu-Talk OIA UNISMA Malang dengan tema Produktif Menulis Artikel di Tengah Pandemi Covid-19 (Live Streaming melalui Facebook OIA UNISMA Malang) pada hari Jumat 22 Mei 2020 Pukul 13.00-14.30 WIB. Rekaman Video Live Streamingnya di Facebook OIA UNISMA Malang. Saksikan rekaman Videonya di sini: https://web.facebook.com/oia.unisma.1/videos/254747362397314/

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!
Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/
Atau bisa juga langsung ke UNISMA Malang (dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19), di Jalan Mayjen Haryono, 193, Malang, Jawa Timur 65144
UNISMA Malang:
- Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia
- Terakreditasi BAN-PT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
- Memiliki mahasiswa, mitra, dan alumni dari 28 negara, seluruh wilayah Indonesia, dan dari berbagai suku dan agama.
- Menerima Penghargaan the Best Performing University of the Year
- PTS peringkat 3 (LLDIKTI Wilayah VII dari 326 institusi pendidikan tinggi di Provinsi Jawa Timur)
- Ditunjuk Kemenristek RI sebagai Lembaga Penelitian Klaster Utama, dengan anggaran penelitian Rp. 15 miliar per tahun.
- 100 universitas terbaik, dari 2.141 institusi pendidikan tinggi non-kejuruan se Indonesia.
Daftar sekarang dan bergabunglah dengan kami di UNISMA Malang! http://pmb.unisma.ac.id/
Pilihan Program Studi di UNISMA Malang: http://pmb.unisma.ac.id/
- Prodi Administrasi Bisnis
- Prodi Administrasi Publik
- Prodi Agribisnis
- Prodi Agroteknologi
- Prodi Ahwal Al Syakhsyiyah
- Prodi Akuntansi
- Prodi Biologi
- Prodi Farmasi
- Prodi Ilmu Hukum
- Prodi Ilmu Peternakan
- Prodi Manajemen
- Prodi Pendidikan Agama
- Prodi Pendidikan Bahasa Arab
- Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
- Prodi Pendidikan Dokter
- Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI)
- Prodi Pendidikan Guru Roudlotul Athfal (PGRA)
- Prodi Pendidikan Matematika
- Prodi Perbankan Syari’ah
- Prodi Teknik Elektro
- Prodi Teknik Mesin
- Prodi Teknik Sipil
- Profesi Dokter
- Magister Pendidikan Agama Islam
- Magister Hukum Islam
- Magister Manajemen
- Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
- Magister Pendidikan Bahasa Inggris
- Magister Ilmu Administrasi
- Magister Kenotariatan
- Magister Peternakan
- Program Doktor Pendidikan Islam Multikultural
Gratis untuk Umum: Culture-Talk OIA UNISMA Malang Belajar dari Negeri Sakura bersama Erika Takagi Orang Asli Jepang yang Indonesia (E-Certificate by Request) (Sabtu, 23 Mei 2020 pukul 10.00-11.00 WIB)
Culture-Talk Office of International Affairs of UNISMA Malang
Live Streaming melalui YouTube OIA UNISMA Malang (Unlimited Kuota Peserta): https://www.youtube.com/channel/UCKT48i0p5vzrqA4BTz1wOug
LIVE Streaming ZOOM (Terbatas untuk 100 Orang First Come First Sign in) MEETING ID : 9899872298 (tanpa password)
Tema: Belajar dari Negeri Sakura bersama Erika Takagi Orang Asli Jepang yang Indonesia
Free untuk Umum
Hari, Tanggal: Sabtu, 23 Mei 2020
Waktu: 10.00-11.00 WIB
Narasumber:
Erika Takagi (Mahasiswi UNISMA Malang asal Jepang Penerima Beasiswa Darmasiswa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI)
Host: Dr. Imam Wahyudi Karimullah, MA (Kepala Kantor Urusan Internasional UNISMA Malang)
Kegiatan ini bersifat gratis/tidak dipungut biaya dan ditayangkan secara langsung (Live Streaming) melalui:
YouTube OIA UNISMA Malang: https://www.youtube.com/channel/UCKT48i0p5vzrqA4BTz1wOug
Peserta Bisa Langsung Mengikuti Tanpa Harus Mendaftar (Gratis). Pertanyaan bisa dikirim pada saat Edu-Talk Berlangsung Melalui Chat YouTube OIA UNISMA Malang.
E-Certificate by Request: Pemesanan Pembuatan E-Sertifikat melalui link berikut: https://bit.ly/23unisma
Peserta Yang Memerlukan E-Sertifikat dikenakan Biaya Pembuatan E-Sertifikat. Biaya sertifikat untuk siswa/mahasiswa adalah Rp. 10.000/orang/sertifikat. Biaya Pembuatan Sertifikat untuk guru/dosen/pegawai adalah Rp. 25.000/orang/sertifikat. Pada Sertifikat akan dicantumkan nama lengkap beserta gelar dan nama instansi/lembaga asal berdasarkan input data dari online form yang diisin oleh peserta. Pemesanan E-sertifikat bisa melalui link google form berikut ini: https://bit.ly/23unisma
Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!
Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/
Atau bisa juga langsung ke UNISMA Malang (dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19), di Jalan Mayjen Haryono, 193, Malang, Jawa Timur 65144
UNISMA Malang:
- Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia
- Terakreditasi BAN-PT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
- Memiliki mahasiswa, mitra, dan alumni dari 28 negara, seluruh wilayah Indonesia, dan dari berbagai suku dan agama.
- Menerima Penghargaan the Best Performing University of the Year
- PTS peringkat 3 (LLDIKTI Wilayah VII dari 326 institusi pendidikan tinggi di Provinsi Jawa Timur)
- Ditunjuk Kemenristek RI sebagai Lembaga Penelitian Klaster Utama, dengan anggaran penelitian Rp. 15 miliar per tahun.
- 100 universitas terbaik, dari 2.141 institusi pendidikan tinggi non-kejuruan se Indonesia.
Daftar sekarang dan bergabunglah dengan kami di UNISMA Malang! http://pmb.unisma.ac.id/
Pilihan Program Studi di UNISMA Malang: http://pmb.unisma.ac.id/
- Prodi Administrasi Bisnis
- Prodi Administrasi Publik
- Prodi Agribisnis
- Prodi Agroteknologi
- Prodi Ahwal Al Syakhsyiyah
- Prodi Akuntansi
- Prodi Biologi
- Prodi Farmasi
- Prodi Ilmu Hukum
- Prodi Ilmu Peternakan
- Prodi Manajemen
- Prodi Pendidikan Agama
- Prodi Pendidikan Bahasa Arab
- Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
- Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
- Prodi Pendidikan Dokter
- Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI)
- Prodi Pendidikan Guru Roudlotul Athfal (PGRA)
- Prodi Pendidikan Matematika
- Prodi Perbankan Syari’ah
- Prodi Teknik Elektro
- Prodi Teknik Mesin
- Prodi Teknik Sipil
- Profesi Dokter
- Magister Pendidikan Agama Islam
- Magister Hukum Islam
- Magister Manajemen
- Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
- Magister Pendidikan Bahasa Inggris
- Magister Ilmu Administrasi
- Magister Kenotariatan
- Magister Peternakan
- Program Doktor Pendidikan Islam Multikultural







