Yordania yang bernama resmin Hashemite Kingdom of Jordan, merupakan salah satu negara di Kawasan Timur Tengah yang berbatasan langsung dengan beberapa negara yang rawan konflik politik. Yordania berbatasan dengan Suriah di Utara, Irak di Timur, Israel dan Palestina di Barat, dan Arab Saudi di Timur dan Selatannya. Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang! […]
https://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/WhatsApp-Image-2020-05-21-at-5.13.46-PM.jpeg453604OIA UNISMA Malanghttps://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/Logo-KUI-2024-footer-300x77.pngOIA UNISMA Malang2020-05-23 14:41:442020-05-23 15:09:18Belajar Kepedulian Sosial dari Yordania Oleh Harun Al Rasyid, BS., MIEB., Ph.D., Ketua Program Studi Perbankan Syariah FEB UNISMA Malang
Sungguh suatu yang tidak disangka ketika saya menerima surat dari The Royal Thai Embassy bahwa saya sebagai nominasi pemenang The Fellowsihp Awards dari TICA dan KOICA untuk mengikuti International Training of Sustainable Agriculture based on Sufficiency Economy Philosophy selama tiga minggu. Terdapat tujuh negara ASEAN yang mengikuti program ini. Kami berdiskusi tentang penerapan Sustainable Agriculture di […]
https://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/5.jpg571700OIA UNISMA Malanghttps://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/Logo-KUI-2024-footer-300x77.pngOIA UNISMA Malang2020-05-23 14:32:462020-05-23 14:32:48Negara Gajah Putih dan the “KITCHEN OF THE WORLD” Oleh Dr. Ir. Nurhidayati, MP., Dekan Fakultas Pertanian UNISMA Malang
Yordania yang bernama resmin Hashemite Kingdom of Jordan, merupakan salah satu negara di Kawasan Timur Tengah yang berbatasan langsung dengan beberapa negara yang rawan konflik politik. Yordania berbatasan dengan Suriah di Utara, Irak di Timur, Israel dan Palestina di Barat, dan Arab Saudi di Timur dan Selatannya. Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang! […]
https://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/WhatsApp-Image-2020-05-21-at-5.13.46-PM.jpeg453604OIA UNISMA Malanghttps://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/Logo-KUI-2024-footer-300x77.pngOIA UNISMA Malang2020-05-23 14:41:442020-05-23 15:09:18Belajar Kepedulian Sosial dari Yordania Oleh Harun Al Rasyid, BS., MIEB., Ph.D., Ketua Program Studi Perbankan Syariah FEB UNISMA Malang
Sungguh suatu yang tidak disangka ketika saya menerima surat dari The Royal Thai Embassy bahwa saya sebagai nominasi pemenang The Fellowsihp Awards dari TICA dan KOICA untuk mengikuti International Training of Sustainable Agriculture based on Sufficiency Economy Philosophy selama tiga minggu. Terdapat tujuh negara ASEAN yang mengikuti program ini. Kami berdiskusi tentang penerapan Sustainable Agriculture di […]
https://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/5.jpg571700OIA UNISMA Malanghttps://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/Logo-KUI-2024-footer-300x77.pngOIA UNISMA Malang2020-05-23 14:32:462020-05-23 14:32:48Negara Gajah Putih dan the “KITCHEN OF THE WORLD” Oleh Dr. Ir. Nurhidayati, MP., Dekan Fakultas Pertanian UNISMA Malang
Yordania yang bernama resmin Hashemite Kingdom of Jordan, merupakan salah satu negara di Kawasan Timur Tengah yang berbatasan langsung dengan beberapa negara yang rawan konflik politik. Yordania berbatasan dengan Suriah di Utara, Irak di Timur, Israel dan Palestina di Barat, dan Arab Saudi di Timur dan Selatannya.
Negara yang mendeklarasikan kemerdekaannya pada 25 Mei 1946, telah menjadi negara tujuan pengungsi akibat konflik politik dan keamanan yang ada di Kawasan, khusunya para pengungsi dari Palestina. Saat ini terdapat lebih dari 2 juta pengungsi dari Palestina yang tinggal di Yordania sejak perang Arab-Isral tahun 1967. Angka tersebut belum termasuk 2 juta orang Palestina lainnya yang telah mengungsi di Yordania sejak Perang Arab-Israel tahun 1948, yang kemudian oleh pemerintah diberi status kewarganegaraan Yordania.
Pada tahun-tahun berikutnya, Yordania terus menjadi negara tujuan pengungsi seperti pengungsi dari Irak akibat Perang Teluk 1990 dan Invasi Amerika Serikat ke Irak tahun 2003. Hingga sekarang masih ada sekitar 1 juta warga Irak yang menetap di Yordania. Saat Arab Spring Meletus di Timur Tengah dan meluas hingga krisis keamanan di Suriah, sebanyak 1,4 juta warga Suriah telah mengungsi ke Yordania hingga sekarang.
Latar belakang seperti ini yang kemudian menjadikan masyarakat Yordania memiliki rasa peduli kepada orang asing yang datang. Dengan keterbatasan sumber daya alam yang ada, Raja Hussein (wafat tahun 1999) mendorong masyarakatnya untuk melek huruf dan mengenalkan syiar الإنسان أغلى ما نملك (Manusia adalah sumber daya yang paling berharga). Dari sini, masyarakat Yordania sangat perhatian kepada para thullabul ilomi (mahasiswa), khususnya yang belajar tentang ilmu-ilmu keislaman.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dirindukan oleh para mahasiswa asing di Yordania, karena pada waktu inilah para pengusaha di Yordania membagi-bagikan zakat perniagaannya. Sesuai dengan undang-undang yang ada, para pengusaha dibolehkan secara langsung membagi zakatnya kepada para mustahik dengan mengisi form yang telah diberikan oleh Kementerian Wakaf dan Situs-situs Islam. Form ini nantinya akan digunakan sebagai pengurang beban pajak yang harus dibayarkan. Dana dari zakat tersebut kemudian digunakan oleh para mahasiswa untuk menyambung hidup, bahkan jika mendapat lebih, dana tersebut bisa digunakan untuk membayar uang perkuliahan.
Selain dari para pengusaha, Kementerian Wakaf juga memiliki kebijakan sendiri dengan menjadikan mahasiswa asing jurusan ilmu keislaman menjadi salah satu mustahik yang berhak mendapat zakat ataupun bantuan sosial lainnya. Bantuan yang diberikan kepada mahasiswa tidak hanya pada bulan Ramadhan, melainkan beberapa orang yang memenuhi persyaratan bisa mendapat bantuan uang saku bulanan ataupun uang kuliah.
Disamping bantuan tunai, pada bulan Ramadhan, kpedulian kepada sesama juga ditunjukkan oleh masyarakat Yordania yang memiliki kebiasaan mengundang mahasiswa asing berbuka atau makan sahur, yang dilakukan secara individu ataupun lembaga pendidikan dan pengurus masjid. Bahkan beberapa masjid dalam 10 malam terakhir menyediakan penginapan, konsumsi berbuka dan sahur serta uang transportasi bagi mahasiswa asing yang ingin mengikuti program i’tikaf.
Dengan segala keterbatasan sumber daya alamnya, hal itu tidak mengurangi peran Yordania dalam mengembangkan kepedulian kepada sesama. Yordania juga menjadi salah satu pelopor wakaf produktif, dimana salah satu mall bernama Istiklal Mall merupakan aset wakaf yang dikelola oleh pemerintah dan hasilnya disalurkan kepada para mustahik, tidak hanya warga Yordania, tetapi juga kepada warga asing yang membutuhkan.
Dari sini kita belajar, bahwa bersedekah atau berwakaf, tidak harus menunggu kita mampu/kaya, melainkan bersedekah harus tetap dilakukan apapun kondisi kita dan keadaan di sekitar. Itulah perwujudan dari Islam Rahmatan Lil Alamin.
Penulis oleh Harun Al Rasyid, B.S., MIEB., Ph.D adalah Ketua Program Studi Perbankan Syariah serta Ketua Tim Riset Halal Industri Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA Malang)
Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.
https://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/WhatsApp-Image-2020-05-21-at-5.13.46-PM.jpeg453604OIA UNISMA Malanghttps://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/Logo-KUI-2024-footer-300x77.pngOIA UNISMA Malang2020-05-23 14:41:442020-05-23 15:09:18Belajar Kepedulian Sosial dari Yordania Oleh Harun Al Rasyid, BS., MIEB., Ph.D., Ketua Program Studi Perbankan Syariah FEB UNISMA Malang
Sungguh suatu yang tidak disangka ketika saya menerima surat dari The Royal Thai Embassy bahwa saya sebagai nominasi pemenang The Fellowsihp Awards dari TICA dan KOICA untuk mengikuti International Training of Sustainable Agriculture based on Sufficiency Economy Philosophy selama tiga minggu.
Terdapat tujuh negara ASEAN yang mengikuti program ini. Kami berdiskusi tentang penerapan Sustainable Agriculture di negara kita masing-masing. Kami tinggal di Rajamangala Chom Kluen Hotel, Hua-Hin, Petchaburi. selama training. Pelaksanaan Training dilakukan di kelas dan kunjungan lapangan ke petani yang menerapkan Sustainable Agriculture.
Foto Bersama Dari Perwakilan Tujuh Negara ASEAN
Pengalaman yang sangat menarik dan menyenangkan selama mengikuti training ini ketika berkunjung ke lahan-lahan pertanian dan hutan mangrove milik pemerintah (The projects of the king) dan lahan-lahan milik petani-petani di Provinsi Phetchabury, Thailand. Banyak pelajaran yang saya peroleh ketika berkunjung ke lahan pertanian dan berdiskusi dengan petani-petani di Provinsi Phetchabury, Thailand. Ada pertanyaan yang mengelitik hati saya mengapa Negara Thailand disebut sebagai Kitchen of the word, padahal lahan pertaniannya tidaklah terlalu subur dibandingkan dengan Indonesia yang terkenal dengan gemah ripah loh jinawi, tanahnya subur dan kualitasnya tinggi tetapi produktivitas tanamannya masih lebih rendah terutama pada komoditi tanaman hortikultura. Lahan-lahan yang terdegradasi karena erosi dan permukaannya terlihat penuh bebatuan berwarna putih menyerupai batu kapur, sejak tahun 1998 telah dilakukan restorasi lahan, sekarang telah berubah menjadi kawasan hijau yang subur, walaupun di beberapa tempat masih dijumpai bebatuan putih. Apa yang dilakukan oleh masyarakat Thailand? Mereka sangat patuh pada titah sang Raja untuk tetap bertahan hidup di tengah situasi yang sangat tidak menyenangkan saat krisis ekonomi dan krisis pangan yang melanda negara Thailand tahun 1998.
Raja Thailand memerintahkan rakyatnya untuk melakukan restorasi dan reboisasi dengan menanam rumput. Masyarakat Thailand menyebutnya rumput ajaib yang mampu menghancurkan bebatuan. Ternyata nama ilmiah rumput tersebut adalah Vetiveria zizanioides atau dikenal dengan rumput vetiver. Rumput tersebut memiliki perakaran luas dan dalam serta memiliki biomassa yang besar sehingga bisa menyerap dan menyimpan air dalam jumlah besar ketika musim penghujan dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang membantu menghancurkan bebatuan tersebut. Setelah saya amati rumput ini banyak ditemukan di Indonesia dan benar apa yang saya duga setelah saya berdiskusi dengan pengelola lahan ini ternyata rumput ini awal mulanya mereka impor dari Indonesia, kemudian dibudidayakan secara besar-besaran dan ditanam di kawasan yang terdegradasi. Setelah tiga tahun penanaman rumput Vetiver ini bebatuan hancur dan dapat ditanami kembali. Kita sebagai pemerhati bidang pertanian mungkin tidak pernah terfikirkan bahwa rumput tersebut mampu memulihkan tanah-tanah terdegradasi.
Rumput vetiver (Vetiveria zizanioides) yang mampu menghancurkan bebatuan
Pengamalan yang sangat berkesan lagi ketika kami berkunjung ke petani sukses yang menerapkan sistem pertanian organik di provinsi ini dengan menanam tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan antara lain sayuran daun, buah pisang, anggur, pepaya, belimbing, jambu bangkok dan kelapa. Saya merasakan buah-buahan yang ditanam di lahan tersebut yang sangat berbeda dari buah yang sama di Indonesia, rasanya manis sekali dan renyah serta buahnya besar-besar. Apa kunci keberhasilan mereka? Ternyata mereka menerapkan sistem pertanian organik yang memanfaatkan seresah dedaunan dan kotoran ternak yang mereka pelihara untuk dijadikan pupuk kompos yang diaplikasikan ke lahan perkebunan buah tersebut secara rutin sehingga tanah tetap subur, tanpa sedikitpun menggunakan pupuk kimia maupun pestisida kimia. Aplikasi pupuk kompos dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah untuk mempertahankan kesuburan tanah.
Kunjungan ke lahan terdegradasi yang telah berubah menjadi lahan hijau
Bagi saya ini adalah pengalaman yang sangat berkesan (very impressive experince) bahwa bila kita sebagai pemerhati dan pengusaha pertanian memiliki komitmen tinggi untuk menerapkan sistem pertanian organik yang memanfaatkan potensi lokal, maka sistem pertanian kita akan sustainable dan dapat menghasilkan produk pangan yang sehat dan berkualitas tinggi sehingga bisa kita ekspor ke negara lain sebagaimana dilakukan oleh petani-petani di negara Thailand. Mereka benar-benar telah lulus dari masa-masa sulit krisis ekonomi dan krisis pangan dan energi dan menjadi The Kitchen of the World karena kesabaran dan kepatuhannya kepada Raja untuk tetap kreatif dan inovatif memanfaatkan sumberdaya lokal dan menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan dengan Low Technology External Input. Dengan ketekunan dan kecintaan terhadap profesi kita di bidang pertanian, Insyaallah masa-masa sulit yang akan kita hadapi pasca Covid-19 di bidang ketahanan pangan akan kita lalui dengan meningkatkan kreativitas dan aksi nyata untuk tanam apa yang kita makan dan makan apa yang kita tanam di lingkungan kita sehari-hari. Work in Agriculture will feel fun and exciting if you make full effort to put out all your creativity.
Foto Bersama Peserta International Training of Sustainable Agriculture based on Sufficiency Economy Philosophy
Penulis Dr. Ir. Nurhidayati, MP. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang
Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim
https://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/5.jpg571700OIA UNISMA Malanghttps://oia.unisma.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/Logo-KUI-2024-footer-300x77.pngOIA UNISMA Malang2020-05-23 14:32:462020-05-23 14:32:48Negara Gajah Putih dan the “KITCHEN OF THE WORLD” Oleh Dr. Ir. Nurhidayati, MP., Dekan Fakultas Pertanian UNISMA Malang