Gratis Untuk Umum Internasional Webinar (E-Certificate by Request). Dilanjutkan Pendaftaran Tanda Tangan MoU/MoA Daring antara University Malaysia Kelantan (UMK) dan Lembaga Pendidikan/Non-Pendidikan di Indonesia (Selasa, 9 Juni 2020 pukul 13.00-14.30 WIB)

Internasional Webinar (E-Certificate by Request). Dilanjutkan Pendaftaran Tanda Tangan MoU/MoA Daring antara University Malaysia Kelantan (UMK) dan Lembaga Pendidikan/Non-Pendidikan di Indonesia

Tema: Merajut Kerja Sama Internasional Pasca Covid-19

Live Streaming melalui Facebook OIA UNISMA Malang (Unlimited Kuota Peserta): https://web.facebook.com/oia.unisma.1/

LIVE ZOOM (Terbatas untuk 1000 (seribu) Orang First Come First Sign in) MEETING ID: 9899872298

Pendaftaran Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan Memorandum of Agreement (MoA) di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia dan online learning (webinar) dengan UMK Malaysia (untuk Rektor/Ketua/Direktur/Dekan/Ketua Program Studi/Ketua/Unit/Lembaga/kepala sekolah/madrasah/pondok pesantren/pimpinan lembaga pendidikan/non-pendidikan). Daftar MoU/MoA Daring (sign in terlebih dahulu melalui gmail.com): Klik link berikut: https://bit.ly/sign-mou

(Password akan dikirimkan melalui email peserta sehari sebelum acara dimulai serta diumumkan 30 menit sebelum acara dimulai di Facebook OIA UNISMA Malang)

Free untuk Umum

Apabila Peserta memerlukan E-Certificate. Peserta Wajib Log in Ke Gmail terlebih dahulu sebelum mengisi Formulir Melalui Link Berikut: https://bit.ly/umk99

*Bukti Kehadiran dengan mencantumkan nama di komentar chat live streaming facebook OIA UNISMA Malang atau di bukti kehadiran pada zoom meeting.

Hari, Tanggal: Selasa, 9 Juni 2020

Waktu: Pukul 13.00-14.30 Waktu Indonesia (WIB)

Waktu: Pukul 14.00-15.30 Waktu Malaysia

Narasumber:

1. Prof. Dato’ Ts. Dr. Noor Azizi bin Ismail (Rektor University Malaysia Kelantan, Malaysia)

2. Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si (Rektor UNISMA Malang; Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi NU)

3. Prof. Dr. Mohd Rafi Bin Yacoob (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama University Malaysia Kelantan, Malaysia)

4. Prof. Junaidi, M.Pd., Ph.D (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama UNISMA Malang)

Host: Dr. Imam Wahyudi Karimullah, MA (Kepala Kantor Urusan Internasional UNISMA Malang)

Kegiatan ini bersifat gratis/tidak dipungut biaya dan ditayangkan secara langsung (Live Streaming) melalui:

Facebook OIA UNISMA Malang: https://web.facebook.com/oia.unisma.1/

Live Streaming YouTube HUMAS UNISMA: https://www.youtube.com/channel/UCXs2-6Og_td1WHwtKz2f66g

E-Certificate by Request: Pemesanan Pembuatan E-Sertifikat Wajib Log in Ke Gmail terlebih dahulu sebelum mengisi formulir melalui link berikut: https://bit.ly/umk99

Peserta Yang Memerlukan E-Sertifikat dikenakan Biaya Pembuatan E-Sertifikat. Biaya sertifikat untuk siswa/mahasiswa adalah Rp. 10.000/orang/sertifikat. Biaya Pembuatan Sertifikat untuk guru/dosen/pegawai (non-mahasiswa) adalah Rp. 25.000/orang/sertifikat. Pada Sertifikat akan dicantumkan nama lengkap beserta gelar berdasarkan input data dari online form yang diisin oleh peserta. Pemesanan E-sertifikat:https://bit.ly/umk99

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Atau bisa juga langsung ke UNISMA Malang (dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19), di Jalan Mayjen Haryono, 193, Malang, Jawa Timur 65144

UNISMA Malang:

  • Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia
  • Terakreditasi BAN-PT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  • Memiliki mahasiswa, mitra, dan alumni dari 28 negara, seluruh wilayah Indonesia, dan dari berbagai suku dan agama.
  • Menerima Penghargaan the Best Performing University of the Year
  • PTS peringkat 3 (LLDIKTI Wilayah VII dari 326 institusi pendidikan tinggi di Provinsi Jawa Timur)
  • Ditunjuk Kemenristek RI sebagai Lembaga Penelitian Klaster Utama, dengan anggaran penelitian Rp. 15 miliar per tahun.
  • 100 universitas terbaik, dari 2.141 institusi pendidikan tinggi non-kejuruan se Indonesia.

Daftar sekarang dan bergabunglah dengan kami di UNISMA Malang! http://pmb.unisma.ac.id/

Pilihan Program Studi di UNISMA Malang: http://pmb.unisma.ac.id/

  • Prodi Administrasi Bisnis
  • Prodi Administrasi Publik
  • Prodi Agribisnis
  • Prodi Agroteknologi
  • Prodi Ahwal Al Syakhsyiyah
  • Prodi Akuntansi
  • Prodi Biologi
  • Prodi Farmasi
  • Prodi Ilmu Hukum
  • Prodi Ilmu Peternakan
  • Prodi Manajemen
  • Prodi Pendidikan Agama
  • Prodi Pendidikan Bahasa Arab
  • Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
  • Prodi Pendidikan Dokter
  • Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI)
  • Prodi Pendidikan Guru Roudlotul Athfal (PGRA)
  • Prodi Pendidikan Matematika
  • Prodi Perbankan Syari’ah
  • Prodi Teknik Elektro
  • Prodi Teknik Mesin
  • Prodi Teknik Sipil
  • Profesi Dokter
  • Magister Pendidikan Agama Islam
  • Magister Hukum Keluarga Islam
  • Magister Manajemen
  • Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
  • Magister Pendidikan Bahasa Inggris
  • Magister Ilmu Administrasi
  • Magister Kenotariatan
  • Magister Peternakan
  • Program Doktor Pendidikan Islam Multikultural

Wai Khru: Secuil Cerita dari Negeri Gajah Putih Oleh Elva Riezky Maharany Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNISMA Malang, Pengajar BIPA Program PPSDK di Rajamangala University of Technology Krungthep Bangkok

Teachers do the right thing. They are diligent, persistent, hospitable, idealistic, strong and patient. They are also honest, sincere and kind to others.  They are wise, reasonable and knowledgeable – His Majesty King Bhumibol Adulyadej, Raja Thailand (1980:23)

Kala itu.

Udara pagi merasuk ke dalam apartement saya. Rasanya hari ini tidak seperti biasa. Senang dan bahagia yang lebih daripada hari biasa. Saya siap membagi kesenangan tersebut dan bergegas menyiapkan diri untuk ke kampus mengikuti sebuah upacara yang saya nanti-nanti. Upacara spesial yang mana guru dan mahasiswa baru sangat tunggu.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Tepat pukul sembilan pagi, upacara dimulai. Hawa sakral dan kidmat menyelimuti aula pertemuan universitas. Cat putih tembok aula seakan mendukung suasana kala itu. Suci dan murni. Setiap kelompok mahasiswa baru dengan pakaian senada warna putih dengan bawahan hitam tiap-tiap jurusan berkumpul di aula yang luas tersebut. Rektor, pimpinan universitas, guru dan tak lupa pegawai universitas menyambut mahasiswa baru dengan senyum terbaik penuh dengan aura keteduhan. Rona bahagia terpancar dari wajah mereka. Mereka kemudian berdiri dan salah satu mahasiswa memimpin memanjatkan doa.

Alunan lagu menderu mendayu mengisi ruangan kala itu. Lagu ‘Wai Khrun’ yang menceritakan tentang pentingnya guru dalam kehidupan. Tanpa tahu arti di tiap liriknya, lagu tersebut nyatanya telah berhasil membuat saya merinding dan terharu. Sungguh syahdu.

Saat itu, saya duduk di kursi barisan kedua bersama dengan para rector, pimpinan universitas, dan guru. Kami duduk di atas panggung, sebuah posisi yang lebih tinggi daripada tempat duduk para mahasiswa. Karpet berwarna merah menyala menajdi saksi apa yang terjadi di atas panggung kala itu. Satu persatu siswa dari tiap-tiap kelompok berjalan ke atas panggung. Tiap-tiap mahasiswa membawa rangkaian bunga indah di tanganya senada dengan senyum yang mengisi setiap wajah yang hadir dalam upacara waktu itu. Tapi, ada satu rangkaian bunga dalam barisan tersebut yang menjulang tinggi karena berukuran lebih besar dibandingkan rangkaian bunga yang lain. Sangat menyenangkan menikmati upacara ini.

Sampainya di bibir panggung, ada hal yang menarik yang saya amati. Tiap-tiap siswa berjalan dengan lutut mereka pada posisi yang lebih rendah daripada mereka yang duduk di atas panggung hingga membentuk barisan rapi di depan guru mereka. Seakan dalam satu aba-aba, barisan tersebut duduk berlutut rapi tanpa cela dengan kepala tertuntuk kidmat di hadapan kami.

Mata saya tetap tertuju pada apa yang siswa lakukan kala itu. Bersama-sama rangkaian bunga yang siswa bawa dihanturkan kepada kami. Semua seperti dalam satu komando. Kemudian, barisan rapi siswa melakukan posisi sujud yang membuat posisi mereka sejajar dengan kaki kami. Mereka meletakkan kepala dan badan mereka membungkuk lurus ke tanah. Ternyata, ini adalah simbol transfer ilmu dari guru kepada siswa. Sebuah budaya dari Thailand sebagai cara untuk menunjukkan rasa hormat. Layaknya ujaran kalimat dari siswa yang mengaku, ‘Kami siswa tidak pernah “lebih tinggi” daripada guru’. Hati saya berdegup kencang mendapatkan perlakuan demikian.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Setelah itu, siswa bangkit dari sujud mereka tapi masih dalam posisi duduk bersimpuh dihadapan kami. Kami mengencangkan dasi (bagi laki-laki) atau memasang pin lambang sekolah (bagi perempuan) sambil teriring doa agar kesuksesan, keberuntungan, dan keberhasilan selalu bersama mereka baik selama mereka belajar di universitas maupun kelak di masa depan.

Panggung kala itu seperti sebuah taman. Bunga-bunga yang sangat cantik mewarna menghiasi panggung kami. Bunga-bunga tersebut memiliki makna yang dalam. Rangkaian bunga melambangkan kecerdasan yang tajam, tekad dan kemampuan untuk belajar, kedisiplinan serta penghormatan terhadap guru dan kerendahan hati. Rangkaian itu merupakan simbol rangkaian doa para siswa.

Upacara pagi itu ditutup dengan sesi foto bersama hadirin yang ada di aula pertemuan waktu itu. Kenangan ini selalu bersama saya selamanya. Bagi saya mengajar di negara gajah putih ini merupakan salah satu pengalaman dalam hidup terutama pengalaman baru. Tentang bagaimana hormat-menghormati antara guru dan siswanya sangat dijunjung tinggi. Sebuah penghormatan kepada guru yang tiada tara menurut saya.

Terkadang saat saya mengajar bertemu dengan mahasiswa dengan berbagai karakter dan latar belakang yang beragam membuat rasa sabar dalam diri teruji. Akan tetapi, sapa senyum dan terima kasih yang mereka ucapkan membuat saya teringat pengalaman saya ketika upacara Wai Khrun dan membawa saya menepis rasa yang kurang pantas dalam diri dan membesarkan diri. Apakah saya sudah benar-benar menjadi guru yang terbaik untuk mahasiswa saya. Apakah saya sudah menjadi teladan yang baik buat mereka. Apakah saya pantas menerima penghormatan yang sedimikian rupa. Ragam pertanyaan yang selalu saya tanyakan dalam diri guna melecut diri ini untuk selalu memberikan yang terbaik untuk mahasiswa saya.  

Itulah sepenggal kisah perjalanan mengajar saya di Rajamangala University of Technology Krungtep (UTK), Bangkok, Thailand. Secuil kisah tersebut menggambarkan betapa ‘Wai’ (dalam Bahasa Thai artinya menyapa) dimaknai lebih daripada sekadar menyapa, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada guru. Selain terkenal akan keelokan negarannya, tak heran jika Thailand juga populer sebagai salah satu negara yang sangat menghormati guru.

Siswa sedang memberikan penghormatan kepada guru (dok. pribadi penulis)

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Guru sedang mengaitkan dasi ke siswa seraya berdoa untuk mereka (dok. pribadi penulis)

Rangkaian bunga untuk upacara Wai Khru (dok. pribadi penulis)

Foto bersama rektor dan pimpinan universitas dengan latar belakang mahasiswa baru yang sedang mengikuti upacara Wai Khru (dok. pribadi penulis)
Foto bersama guru (dok. pribadi penulis)
  • Penulis Elva Riezky Maharani, M.Pd. adalah Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Ketua Program BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing)  Universitas Islam Malang (UNISMA Malang) serta Pengajar BIPA Program PPSDK di Rajamangala University of Technology Krungthep Bangkok.
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Credit Transfer ke Taiwan, Siapa Takut? Oleh Putri Saniatul Iklima Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP UNISMA Malang

Menjadi salah satu delegasi mahasiswa pertukaran pelajar dalam program Transfer Kredit Luar Negeri 2019 yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti di National Dong Hwa University, Taiwan merupakan pencapaian terbaik dalam hidup saya. Terlepas dari semua perjuangan dari proses seleksi hingga menyelesaikan semua persyaratan saat pra-keberangkatan, semuanya terbayar tuntas saat saya akhirnya memijakkan kaki dan melanjutkan studi selama satu semester di Negara yang memiliki julukan The Heart of Asia, The Country of Asus, sekaligus The Country of Boba.  Saya amat bersyukur dapat menghabiskan masa satu semester kuliah ini ditemani panasnya summer dan dinginnya winter selama di Taiwan.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

National Dong Hwa University (NDHU) terletak di Kota Hualien, yang dapat ditempuh sekitar 2-3 jam dari Kota Taipei, merupakan kampus top-10 di Taiwan dengan luas kampus lebih dari 300 hektar. Awalnya tak mudah bagi saya bisa melakukan aktifitas sehari hari selama kuliah di kampus yang dinobatkan sebagai salah satu kampus terluas di Taiwan ini.  Karena jarak dari pintu depan ke pintu belakang kampus saja dapat ditempuh 7-10 menit menggunakan motor. Bersyukur saya dapat tinggal di dormitory 5 di kampus ini walaupun jarak dari dorm ke gedung fakultas tetap jauh, hampir 1 kilometer. Saya terdaftar sebagai salah satu mahasiswa di College of Humanities and Social Sciences atau biasa disebut Fakultas Sosial dan Humaniora lebih spesifiknya di Department of English selama Fall Semester di kampus ini.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Minggu pertama selama masa perkuliahan ternyata tidak semudah yang saya lihat di vlog para mahasiswa international yang mereka unggah di YouTube. Belum usai berkelut dengan cross culture dan language barrier, sistem akademik pun seakan akan terasa momok tersulit di minggu pertama selama kuliah. Mulai dari sistem course selection atau yang kita kenal dengan KRS, pemilihan mata kuliah yang tepat dan sesuai dengan jurusan kita di home university, izin dari beberapa professor (karena tidak semua dosen mau mengajar full berbahasa inggris), dan mewajibkan mahasiswa nternasional untuk mengambil mata kuliah Fundamental Chinese atau Bahasa Mandarin Dasar.

Dilema bagi saya karena harus segera memilih mata kuliah yang sesuai dengan jurusan namun juga harus bisa saya pastikan untuk mendapat nilai memuaskan selama melaksanakan proses perkuliahan. Menjadi mahasiswa pertukaran pelajar bukan hanya tentang jalan-jalan diluar negeri saja, namun beban moral untuk pulang kembali ke Indonesia membawa GPA yang baik agar membanggakan kampus dan keluarga juga merupakan kemelut yang selalu terngiang di kepala selama saya menghabiskan masa studi disana. Saat dinyatakan terpilih sebagai salah satu mahasiswa yang akan melaksanakan program transfer kredit ini, saat itu pula saya harus bersiap sebaik mungkin agar menjadi jembatan kerjasama yang baik antara NDHU dan UNISMA serta menjaga nama baik negara saya, Indonesia.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Minggu pertama perkuliahan saya habiskan untuk membangun komunikasi yang baik antara OIA UNISMA dan NDHU, Fakultas UNISMA dan NDHU, maupun senior PPI di NDHU agar bisa membantu untuk menyelesaikan proses administrasi perkuliahan, rekomendasi mata kuliah yang dapat saya ambil, hingga rekomendasi professor yang mana yang kiranya mau menerima saya sebagai mahasiswa internasional satu satunya di dalam kelas. Ditolak oleh empat professor sempat meruntuhkan hati saya pada saat itu. Lalu apakah saya menyerah saat itu juga dan memutuskan untuk pulang saja ke Indonesia? Tidak. Saya menghabiskan satu hari full hanya bermodal smartphone yang berisi lengkap soft file berkas penting untuk lanjut berkomunikasi dengan professor lain. Dan keesokan harinya bermula dari satu dosen yang mengACC request saya melalui surel, hingga bertambah menjadi tiga hingga enam dosen akhirnya menerima saya untuk bergabung dan mengikuti proses perkuliahan selama satu semester.

Menghabiskan masa belajar selama satu semester rasanya akan sangat membosankan dan tidak asik jika hanya dihabiskan dengan kegiatan belajar, tidur, dan kuliah saja. Jiwa aktifis dan volunteer di dalam diri saya sangat meronta ronta seakan akan di minggu ketiga inilah saatnya saya mulai mencari kegiatan diluar perkuliahan. Bermula dari aktif mengikuti kegiatan PPI NDHU saat acara Cultural Night, hingga kegiatan volunteering dalam acara Taiwan International Cooperation Alliance, TICA CUP oleh ICDF 2019 yang diikuti oleh mahasiswa international dari seluruh universitas di Taiwan, dan kebetulan sekali tuan rumah acara tahunan ini adalah NDHU. Seleksi administrasi dan wawancarapun saya lewati hingga akhirnya saya bisa mengerahkan kemampuan leadership dan communication skill pada hari H pelaksanaan acara ini. Saya merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian dalam acara besar ini karena dengan begitu saya bisa memperluas international networking dengan mahasiswa dari berbagai negara di dunia.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Tidak hanya kegiatan sosial yang saya ikuti selama menyelesaikan studi di NDHU. Kegiatan spiritual seperti mengikuti kajian setiap kamis malam, sholat berjamaah dzuhur ashar dan maghrib, hingga membantu menyiapkan acara makan bersama yang diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan atau disingkat FORMMIT NDHU pun saya ikuti dengan rutin. Menjadi muslim sebagai kaum minoritas di Taiwan memanglah tidak mudah, namun dengan berbekal jiwa Aswaja yang diajarkan selama saya kuliah di UNISMA tetap saya genggam erat agar senantiasa dapat berbaur secara harmoni dan penuh toleransi dengan sesama. Hidup di negara yang mayoritas mengkonsumsi daging babi merupakan pengalaman pertama bagi saya. Sangat susah sekali rasanya untuk menemukan ragam makanan halal di toko, pasar, maupun supermarket. Terkadang harus menunggu pedagang muslim yang menjual makanan dan daging halal dari MUI selama dua minggu satukali. Selebihnya harus mampu menjadi vegetarian selama satu semester disana.

  • Penulis Oleh Putri Putri Saniatul Iklima adalah Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UNISMA Malang Peserta Credit Transfer ke National Dong Hwa University, Taiwan.
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

Berguru Pengobatan Tradisional ke Negeri Tirai Bambu Oleh Dr. H. Yudi Purnomo, S.Si., M.Kes., Apt., Ketua Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran UNISMA Malang

Ada pepatah mengatakan “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”, hal ini mendorong tim dosen dari Fakultas Kedokteran UNISMA untuk belajar pengobatan tradisional ke negeri tirai bambu yang terkenal seantero dunia dengan Traditional Chinese Medicine (TCM) nya. Kebetulan pula, Fakultas Kedokteran UNISMA memiliki visi dan misi pengembangan Keanekaragaman hayati untuk penunjang pengobatan, hal ini yang menjadi alasan kuat bagi kami untuk memilih topik pengobatan tradisional di Cina. Selain untuk menambah wawasan keilmuan sebagai pengajar, kami juga ingin membandingkan pengobatan tradisional di Indonesia. Kami berangkat ke negara yang terkenal dengan ikon Beruang Panda ini, sehubungan dengan pelaksanaan  kegiatan Non Degree Training Overseas (NDTO) melalui program hibah HAPEQ Fakultas Kedokteran UNISMA yang didanai Kemenristek Dikti tahun anggaran 2013. Penulis memutuskan Guang’anmen Hospital China Academy of Chinese Medical Science di Beijing, China, sebagai tempat NDTO berdasarkan referensi dari rekan Kemenkes dan reputasi dari institusi ini yang sudah tidak diragukan lagi. Terbukti hingga saat ini masih terbina networking yang baik dan saling menguntungkan antara keduabelah pihak. Bahkan, setiap tahun mereka mengundang kami untuk menghadiri kegiatan ilmiah yang diselenggarakan di sana. 

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Kegiatan Non Degree Training di Guan’anmen Hospital

Setelah melakukan korespondensi via email dan memperoleh Letter of Acceptance (LOA) dari host institution, kami bertiga, penulis, dr. HRM Hardadi Airlangga, Sp.PD dan dr. Hj. Farida Rusnianah, MARS, berangkat untuk berguru tentang Pengobatan Tradisional di Negeri Cina. Saat kami tiba pada awal maret 2014, di kota Beijing sedang end winter dengan kisaran suhu 5-10°C. Cuaca dingin tersebut tidak menyurutkan niat kami untuk belajar selama satu minggu di ibu kota negara Cina ini. Setelah diawali acara perkenalan dengan host institution coordinator yaitu Dr. Cui yongqiang, Ms. Bing Zhou dan Ms. Nanjihong, pada hari pertama kami diberikan materi pembelajaran teori TCM yaitu herbal medicines, accupuncture, chinese massage (tuina). Kemudian dilanjutkan berdiskusi dan tukar pengalaman dengan supervisor tentang traditional medicines di negara masing-masing. Pada penyampaian topik herbal medicines, ada bantuan penterjemah karena narasumber kurang menguasai Bahasa Inggris tapi hal ini tidak mempengaruhi pehamaan materi yang disampaikan.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Clinical Session di Chinese Massage Ward

Setelah mendapatkan dasar teori pada hari sebelumnya, pada hari kedua dan ketiga dilanjutkan dengan clinical session yaitu melakukan observasi penggunaan Traditional Chinese Medicines pada pasien di rumah sakit “Guang’anmen hospital” dibawah bimbingan supervisor. Pada kegiatan observasi kita mendapatkan pengalaman dari supervisor untuk melakukan diagnosa dan terapi dengan menggunakan metode herbs medicine, acupuncture dan chinese massage (tuina). Guang’anmen hospital ini memiliki jenis pelayanan kesehatan dengan 28 departemen klinik yang didukung 350 dokter, setiap hari hampir ada 9000 kunjungan pasien rawat jalan dan sekitar 80 % hanya mendapatkan terapi TCM. Sementara 650 pasien rawat inap mendapatkan terapi integrative yaitu mengkombinasi pengobatan konvensional (obat sintetik kimiawi) dan pengobatan alternative (herbal, acupuncture dan tuina) untuk optimalisasi terapi. Kegiatan clinical session ditutup diskusi dengan supervisor dari hasil kegiatan observasi kasus pasien di rumah sakit.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Ward Visite untuk terapi herbal per topical bersama Prof. Liu

Hari keempat, kegiatan field trip diawali dengan kunjungan ke “Tasly” industri obat tradisional china di kota Nanjing yang berjarak 100 km dari Beijing. Kami bersama supervisor naik bullet train (kereta super cepat China) dengan kecepatan 277 km per jam, tidak lama kami pun tiba di kota Nanjing. Kegiatan pembuatan obat traditional di industry obat tradisional “Tasly” telah menerapkan prinsip Good Agriculture Practice (GAP), Good Extraction Practice (GEP), Good Manufacturing Practice (GMP), Good Clinical Practice (GCP), Good Laboratory Practice (GLP) dan Good Supply Practice (GSP).  Hal ini dilakukan untuk mendapatkan produk Obat Tradisional yang bermutu. Produk yang dihasilkan antara lain suplemen makanan, makanan dan minuman fungsional, kosmetika, perbekalan kesehatan rumah tangga dan produk perlindungan lingkungan.

Field Study di “Tasly Pharmaceutical Industries” di Nanjing

Hari ke lima, field trip kedua mengunjungi “Beijing Massage Hospital” (BMH) yaitu salah satu rumah sakit swasta di Beijing yang menyediakan pelayanan rawat jalan dan rawat inap dengan kekhususan herbs medicine, acupuncture dan chinese massage. Pasien yang datang berobat ke BMH diperiksa oleh seorang dokter umum kemudian dokter akan memberikan alternatif terapi sesuai kebutuhan pasien. BMH juga menyediakan pelayanan terapi Fumigation, Short & Microwave, Sinar laser dan Electrotheraphy. Di Cina, pengobatan konvensional dan TCM berjalan serta berkembang beriringan dan keduanya di cover pembiayaannya oleh Pemerintah melalui asuransi kesehatan. Hal ini berbeda dengan di negara kita, pengobatan menggunakan herbal tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan terkait alasan yang kompleks seperti pemahaman dokter tentang terapi herbal yang masih kurang, standarisasi dan uji klinik obat herbal yang masih sangat terbatas serta minimnya evidence base medicine untukterapi herbal sehingga pengobatan tradisonal seperti herbal belum diterima sepenuhnya oleh klinisi di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk menjadikan “Jamu” menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri. Selanjutnya pada hari ke enam kami melakukan reporting atau pembuatan laporan kegiatan NDTO ini dan penyerahan cindera mata kepada host institution.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Pemberian tali asih dan cindera mata Host Institution
  • Penulis Dr. H. Yudi Purnomo, S.Si., M.Kes., Apt., adalah Ketua Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang (UNISMA Malang).
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Download File Presentasi: Peluang Pengembangan Kerja Sama dan Beasiswa S1-S2-S3 ke Rusia Rabu, 27 Mei 2020

Download File Presentasi: Peluang Pengembangan Kerja Sama dan Beasiswa S1-S2-S3 ke Rusia tahun 2020. di link berikut: https://drive.google.com/open?id=1NlQXQP3xc_Blv6LaBeJ2CJzK_Ac2sqNw

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Atau bisa juga langsung ke UNISMA Malang (dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19), di Jalan Mayjen Haryono, 193, Malang, Jawa Timur 65144

UNISMA Malang:

  • Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia
  • Terakreditasi BAN-PT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  • Memiliki mahasiswa, mitra, dan alumni dari 28 negara, seluruh wilayah Indonesia, dan dari berbagai suku dan agama.
  • Menerima Penghargaan the Best Performing University of the Year
  • PTS peringkat 3 (LLDIKTI Wilayah VII dari 326 institusi pendidikan tinggi di Provinsi Jawa Timur)
  • Ditunjuk Kemenristek RI sebagai Lembaga Penelitian Klaster Utama, dengan anggaran penelitian Rp. 15 miliar per tahun.
  • 100 universitas terbaik, dari 2.141 institusi pendidikan tinggi non-kejuruan se Indonesia.

Daftar sekarang dan bergabunglah dengan kami di UNISMA Malang! http://pmb.unisma.ac.id/

Pilihan Program Studi di UNISMA Malang: http://pmb.unisma.ac.id/

  • Prodi Administrasi Bisnis
  • Prodi Administrasi Publik
  • Prodi Agribisnis
  • Prodi Agroteknologi
  • Prodi Ahwal Al Syakhsyiyah
  • Prodi Akuntansi
  • Prodi Biologi
  • Prodi Farmasi
  • Prodi Ilmu Hukum
  • Prodi Ilmu Peternakan
  • Prodi Manajemen
  • Prodi Pendidikan Agama
  • Prodi Pendidikan Bahasa Arab
  • Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
  • Prodi Pendidikan Dokter
  • Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI)
  • Prodi Pendidikan Guru Roudlotul Athfal (PGRA)
  • Prodi Pendidikan Matematika
  • Prodi Perbankan Syari’ah
  • Prodi Teknik Elektro
  • Prodi Teknik Mesin
  • Prodi Teknik Sipil
  • Profesi Dokter
  • Magister Pendidikan Agama Islam
  • Magister Hukum Islam
  • Magister Manajemen
  • Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
  • Magister Pendidikan Bahasa Inggris
  • Magister Ilmu Administrasi
  • Magister Kenotariatan
  • Magister Peternakan
  • Program Doktor Pendidikan Islam Multikultural

Research Attachment Program di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) oleh Rhivaldy Faahim Kamalulloh Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISMA Malang

Hari Kamis (30/1/2020) adalah hari pertama bagi perwakilan Fakultas Kedokteran UNISMA Malang tiba di Kuala Lumpur Malaysia. Saya, Rhivaldy Faahim Kamalulloh dan dosen yang mengantarkan kami Rio Risandiansyah. Setelah tiba di bandara International Kuala Lumpur (KLIA) dengan rasa berbahagia. Bagi Saya, ini merupakan perjalanan pertamanya keluar negeri, jadi saat saya tiba dibandara KLIA, saya bergumam “waduh bandaranya gede banget ya, kaya mall aja gedenya”. Setelah itu kami langsung meluncur ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dengan menggunakan jasa taksi online.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Setibanya di UKM, kami langsung disambut oleh pihak UKM, yaitu Miss Vaizura. Miss Vaizura langsung membawa kami menuju hostel yang akan kami tempati selama beberapa minggu kedepan. Esoknya kami langsung menuju Gedung kampus Fakulti Perobatan, untuk mengikuti serangkaian acara yang sudah dipersiapkan oleh pihak FK UKM. Mulai dari pengenalan beberapa Dosen, petugas lab, dan lab tour. Sorenya, kami berkeliling kawasan Rumah Sakit UKM disana, survey beberapa tempat makan, dan beberapa minimarket. Setelah kami mengetahui resto mana yang terbaik dengan harga termurah, kami langsung kembali ke tempat penginapan.

Rhivaldy Faahim Kamalulloh dan Arief Rachman Maoelana, Dua Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISMA yang presentasi pada program Research Attachment di University Kebangsaan Malaysia (UKM)

Setelah beberapa minggu berada di Malaysia, pada minggu ketiga ini saya dan teman saya arief rachman maoelana sudah sampai pada tahap akhir peneletian kami. Saya sudah masuk pada tahap akhir pewarnaan slide histology yang saya buat dengan metode H & E Stainning, dan siap untuk melakukan analisis pada slide yang sudah saya buat sebelumnya. Sedangkan maoelana sudah sampai pada tahap treatment dengan angiotensin ,quercetin, parkia speciosa (incubasi 24 jam), setelah itu grup angiotensin di co treated lago dngn parkia dengan 3 konsentrasi yang berbeda. Lalu mempersiapkan reagen untuk alfa actinin staining nya setelah itu dilakukan alfa actinin staining dan didapatkan hasil keesokan harinya.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Kami sudah mulai terbiasa dengan kehidupan kami di Negeri jiran ini. Ketika weekdays kita fokus menyelesaikan segala kegiatan kami di lab, malamnya terkadang kami keluar untuk cari makan. Ketika sudah weekend kami berkeliling kota Kuala Lumpur. Cukup lama kami disini rasanya, sehingga pernah kami merasakana kekangenan dengan masakan khas Indonesia, seperti Ayam geprek, bakso, dan aneka macam makanan lainnya yang pedas-pedas, maklum di sini jarang sekali ada makanan pedas, bahkan yang kata orang malaysia sudah pedaspun, bagi kami sama sekali tidak pedas. Jadi kami memutuskan untuk berburu kuliner masakan khas Indoenesia di Kuala Lumpur. Sampai pada akhirnya kami menemukan kedai “Sido Mampir” di Google maps. Jaraknya lumayan jauh dari asrama kami, tapi namanya juga ngidam, lautan dan gunungpun kita akan lewati.

Pada minggu ke-3 juga, surau (musholla) yang ada di asrama kami mengadakan kajian rutin yang dilaksanan oleh remas (remaja masjid) disana. Kamipun ikut serta diundang untuk menghadiri acara kajian tersebut, tidak cukup banyak yang menghadiri kajian tersebut, tapi mubaligh yang mengisi kajian tersebut tidak sama sekali hilang semangatnya untuk mengisi kajian. Yang unik pada sesi akhir pertanyaan di kajian tersebut, ada seorang mahasiswa yang bertanya tentang sifat2 wajib Allah, dan jawaban dari Sheikh DR. Omar mengutip pendapat dari kitab yang ditulis oleh Hadratussyeikh KH. Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama, beliau menyebutkan dengan menerangkan bahwa KH. Hasyim Asyari adalah ulama Nusantara yang sudah diakui di Nusantara. Saya yang mendengarnya cukup bangga mendengar hal itu sebagai mahasiswa UNISMA dari mubaligh asal malaysia.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Rhivaldy Faahim Kamalulloh dan Arief Rachman Maoelana, Dua Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISMA yang mengikuti Research Attachment program di University Kebangsaan Malaysia (UKM)

Pengalaman yang luar biasa ini tentu menjadi keuntungan bagi saya dan teman saya. Banyak sekali pelajaran-pelajaran yang saya dapat ketika saya melakukan penelitian di Malaysia, mulai dari pelajaran dari sisi akademik sampai pelajaran dari sisi kehidupan. Untuk seluruh mahasiswa ataupun adik tingkat yang ingin keluar negeri tapi merasa belum qualified, jangan pernah takut untuk terus bermimpi, asal ada kemauan dan usaha yang keras, keinginan kalian pasti bisa tercapai. Saya juga baru sadar ketika saya berada di Malaysia, kunci pertama ketika kita ingin berhasil mencapai dunia internasional adalah belajar bahasa internasional seperti bahasa inggris, karena banyak sekali sumber-sumber ilmu yang menggunakan bahasa inggris dan dengan bahasa inggris kita bisa berkomunikasi dengan orang-orang diluar sana.

  • Penulis oleh Arief Rachman Maoelana adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (UNISMA Malang)
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.