Bahasa Indonesia Menjadi Matakuliah Bahasa Pilihan Kedua di Dua Universitas Besar Uzbekistan oleh Prayitno Tri Laksono Dosen FKIP UNISMA Malang dan Pengajar BIPA PPSDK di Uzbekistan

Banyak orang Indonesia yang masih belum tahu bahwa bahasa Indonesia menjadi matakuliah bahasa pilihan kedua setelah bahasa utama di Uzbekistan. Terdapat dua universitas besar yang memasukkan matakuliah Bahasa Indonesia ke dalam kurikulum pendidikan.

Pertama, kampus yang menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua adalah Uzbekistan State World Languages University (UzSWLU). Kedua adalah kampus Thaskent State University of Oriental Studies (TSUOS). Kedua kampus ini sudah sejak lama memasukkan bahasa Indonesia sebagai matakuliah pilihan selain bahasa-bahasa dunia yang lain, yaitu bahasa Jepang, Korea, Iran, Turki, China, Malaysia, Prancis, Italia, Spanyol, Arab, Vietnam, Yunani, dan German.

Di UzSWLU dan TSUOS, matakuliah Bahasa Indonesia sudah diselenggarakan sejak awal tahun 2000-an sebagai matakuliah pilihan bahasa kedua untuk mahasiswa. Mahasiswa di kampus ini mengambil jurusan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama.

Mereka dapat memilih bahasa kedua asalkan jumlah mahasiswa minimal untuk bahasa kedua mencukupi. Biasanya, jumlah minimal agar bahasa kedua dibuka adalah sekitar 10 mahasiswa per grup. Dari tahun awal dibuka kelas Bahasa Indonesia di kampus ini hingga sekarang, berkisar lebih dari 1.000 mahasiswa telah belajar bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua mereka. Pada tiap semester, kampus UzSWLU akan membuka grup baru, berkisar 2—4 grup yang belajar bahasa Indonesia.

Pembelajaran bahasa Indonesia di kedua universitas tersebut menggunakan pendekatan terjemah. Hal ini menjadi tradisi sejak awal hingga sekarang. Dosen pengampu bahasa Indonesia di sini pada mulanya adalah staf KBRI Tashkent yang juga membantu pihak kampus untuk mengajar mahasiswa. Selain itu, staf KBRI juga berkesempatan untuk melakukan promosi dan diplomasi budaya, sosial, dan pendidikan kepada mahasiswa yang mengambil jurusan bahasa Indonesia.

Rektor UNISMA MoU dengan TSUOS

Pada awal tahun 2010, alumni jurusan Bahasa Indonesia dari kedua kampus ini juga menjadi dosen Bahasa Indonesia untuk mengajar di jurusan Bahasa Indonesia di kampus mereka.

Banyak juga mahasiswa alumni jurusan Bahasa Indonesia di sini yang telah mendapatkan beasiswa Darmasiwa RI dan KNB di Indonesia. Rata-rata mereka yang pernah mendapatkan beasiswa tersebut kembali ke Uzbekistan untuk bekerja dengan KBRI, menjadi dosen Bahasa Indonesia, menjadi diplomat, dan bekerja di bidang pariwisata dengan pangsa pasar turis dari Indonesia. Mereka tinggal dan belajar di Indonesia minimal 6 bulan. Jadi, saat mereka kembali ke Uzbekistan sudah bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan lancar.

Di UzSWLU dan TSUOS terdapat dua dosen utama Bahasa Indonesia yang menjadi penanggung jawab terhadap matakuliah dan mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia. Kedua dosen tersebut juga merupakan lulusan dari beasiswa Darmasiswa RI. Mereka sudah mengajar bahasa Indonesia di kampus selama lebih kurang 4 tahun.

Kunjungan Rektor UNISMA ke UzSWLU

Keberadaan dosen tersebut sangat membantu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan menjaga jurusan ini tetap ada hingga sekarang. Pada tahun 2015 hingga 2016, pemerintah RI melalui Kemristekdikti mengirimkan tenaga pengajar dosen Bahasa Indonesia ke kampus di Uzbekistan untuk mengajar selama 1 semester. Pengiriman dosen ini bertujuan agar mahasiswa Uzbekistan dapat belajar langsung dari penutur asli bahasa Indonesia. Program pengiriman dosen bahasa Indonesia ini di bawah tanggung jawab program SAME. Selain mengajarkan Bahasa Indonesia, dosen juga diharapkan dapat mengajarkan budaya dan promosi tentang wisata Indonesia kepada mahasiswa dan masyarakat umum di Uzbekistan.

Pada tahun 2017, pemerintah RI melalui PPSDK, Badan Bahasa, dan Kemdikbud melanjutkan proses pengiriman dosen Bahasa Indonesia ke Uzbekistan. Pengiriman tersebut juga bertujuan sama yaitu agar bahasa Indonesia semakin dikenal dan tetap bertahan menjadi salah satu matakuliah pilihan yang masuk dalam kurikulum pendidikan di UzSWLU dan TSUOS. Perbedaan dengan program dari SAME adalah dosen ditugaskan selama 1 tahun untuk mengajar di Uzbekistan. Selain itu, dosen yang dikirim ke sini adalah dosen lulusan dari jurusan Bahasa Indonesia. Jadi, lebih sesuai dengan bidangnya.

Motivasi dari mahasiswa saat mereka memilih untuk belajar bahasa Indonesia sangatlah beragam. Ada mahasiswa yang memilih jurusan bahasa Indonesia karena mereka ingin mendapatkan beasiswa ke Indonesia, ingin bekerja di KBRI Tashkent, ingin menjadi diplomat yang bekerja di Indonesia, dan ingin menjadi dosen Bahasa Indonesia di Uzbekistan. Selain alasan-alasan tersebut, mahasiswa juga beranggapan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah dipelajari dan sangat menarik untuk ditekuni. Tidak hanya bahasanya yang mudah, tetapi Indonesia juga memiliki keanekaragaman budaya, tradisi, dan kesenian yang menarik untuk dipelajari lebih dalam. Oleh karena itu, mahasiswa ingin bisa berbahasa Indonesai lebih baik sehingga mereka bisa melanjutkan untuk mempelajari ilmu-ilmu lain dengan bahasa Indonesia kelak.

Seperti halnya di negara lain, di Uzbekistan juga mempunyai kendala dalam pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia. Pertama, jumlah pertemuan tatap muka pelajaran Bahasa Indonesia di sini sangat sedikit, yaitu hanya dua kali dalam satu minggu. Dalam satu kali pertemuan hanya ada 80 menit untuk pelajaran. Kedua, tidak semua mahasiswa yang sudah berada dalam grup jurusan Bahasa Indonesia memiliki motivasi belajar yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa mahasiswa di dalam grup jurusan Bahasa Indonesia adalah mahasiswa yang tidak memilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua mereka. Mereka hanya saja tidak bisa memilih jurusan bahasa yang mereka kehendaki karena jurusan tersebut tidak mencukupi kuota mahasiswanya sehingga mereka harus masuk ke jurusan Bahasa Indonesia. Ketiga, kurangnya pelatihan untuk dosen tetap Bahasa Indonesia di sini menyebabkan aktivitas pembelajaran, materi, media, dan kurikulum yang digunakan kurang efektif untuk bisa meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia. Seharusnya, ada pelatihan khusus dan rutin untuk dosen-dosen Bahasa Indonesia di sini agar mereka terus mengikuti perkembangan dalam pengajaran dan pembelejaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing.

  • Penulis Prayitno Tri Laksono, M.Pd., Dosen FKIP UNISMA Malang, Pengajar BIPA PPSDK di Uzbekistan State World Languages University
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

Belajar Merawat Destinasi Gaya Turki oleh Dr. Hj. Ana Rokhmatussa’diyah, SH., MH Dosen Fakultas Hukum UNISMA Malang

Dengan beberapa kawan, saya mengunjungi Turki. Negara yang satu ini (diantara banyak negara lain) menarik minat Saya karena banyak cerita bersejarah. Sampai ada yang bilang “silahkan kunjungi belahan dunia manapun, tapi jika belum mengunjungi Turki, hidup berwisata terasa hampa”.

Betul dari kawan yang bilang tadi, bahwa Turki harus diagendakan dalam hidup ini jika beminat dalam kancah wisata dunia. Begitu saya mengunjungi turki dan kawan-kawan, kami dibuat terpesona oleh sejumlah destinasinya. Luar biasa negara ini.

Menikmati destinasi di Turki sambil berjalan kaki di sejumlah area, tidak membuat fisik sangat  penat, dan bahkan terasa lebih menghibur dan menyenangkan, sehingga dapat memberi kesan yang dalam, bahwa di Turki, ada banyak ragam kenangan yang tidak terlupakan, ada pesan tersirat yang butuh disampaikan ke penjuru dunia.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Kita tahu, bahwa Turki terletak persis di antara benua Asia dan Eropa. Turki adalah sebuah negara istimewa yang tersohor akan kekayaan sejarah dan budaya, serta keunikan (keragaman) alamnya.

Sumberdaya pariwisata atau ragam “kekayaan” Turki pun ditahbiskan dunia dengan adanya 11 situs UNESCO World Heritage yang tersebar di seluruh penjuru negara. Pernyataan dunia tentang destinasi Turki yang istimewa tidak mengada-ada, karean destinasinya memang layak dikunjungi oleh Wisatawan mancanegara (Wisman) dan menjadi bagian dari kekayaan dunia yang patut diapresiasi oleh bangsa manapun di muka bumi.

Sebagai salah satu contoh. Para penikmat travelling tentu tidak melewatkan salah satu kunjungannya ke kota Anatolia.  Anatolia dikenal sebagai kota yang terletak di selatan Turki dengan panorama laut Mediterania yang cantik. Panorama laut ini sangat mengesankan dan membuat betah para travellers yang senang berlama-lama menikmati laut.

Kota kecil itu sangat cocok dijadikan tempat peristirahatan karena suasananya yang tenang. Secara garis besar, kota ini terbagi menjadi dua bagian: kota tua dan kota baru. Bangunan di kota tua ini bercorak Ottoman, dinding bercat putih dengan kerangka kayu berwarna coklat. Sedangkan di kota baru bangunannya bergaya modern. Salah satu landmark paling terkenal di kota tua Anatolia adalah Hadrian’s Gate. Gerbang ini dibangun untuk menghormati Kaisar Rowami, Hadrian, berkunjung ke Anatolia pada saat itu.

Peninggalan Kekaisaran Romawi sangat terasa di kota ini, seperti Amphiteater Aspendos yang dibangun menyerupai Colosseum di Roma, Italia. Hal ini mengisyaratkan ciri khas ampiteater bergaya Romawi adalah bangunannya yang tertutup sehingga pandangan penonton fokus ke arena pertunjukan. Sampai sekarang, Amphiteater berusia dua ribu tahun ini masih aktif digunakan sebagai arena pertunjukan Aspendos International Opera and Ballet Festival.

Puluhan destinasi lain sangat banyak dan beragam di Turki. Negara dengan bangunan artistik ini  memang sengaja membentuk dirinya supaya bukan hanya menjadi kebesaran kekayaan lokal dan nasional, tetapi bisa menjadi kekayaan antar bangsa (dunia).

Itu tidak lepas dari kuatnya atau seriusnya pemerintah memperhatikan kekayaan bersejarah, yang perhatiannya ini ditunjukkan dengan keseriusan pula. Terhadap sumberdaya pariwisata global ini, pemerintah menunjukkan pada dunia, bahwa kekayaan sejarah tidak akan sia-sia jika dirawat dengan sebaik-baiknya.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Kerja keras pemerintah (negara) Turki dalam merawat destinasi yang dimilikinya, betul-betul membuahkan hasil. Setiap pihak yang mengunjungi destinasinya dibuat puas, yang seolah-olah dirinya telah dimanjakan atau diberi kepuasan psikologis oleh negara dan rakyat Turki.

Selain itu, pemeritah dan masyarakat Turki gencar mempublikasikan pada masyarakat dunia tentang segala bentuk keindahan destinasinya dan manajemen perawatannya. Wisatawan internasional yang mengunjungi Turki disambutnya dengan baik dan ditunjukkan tentang sejarah dan perkembangan destinasinya.

Tentu saja Langkah pemerintah Turki tersebut layak dijadikan obyek pembelajaran oleh pemerintahan Indonesia dalam menata atau mengelola destinasi yang dimilikinya. Negara Indonesia ini kaya dengan sumberdaya pariwisata yang tidak akan kalah indahnya dibandingkan dengan negara manapun, termasuk Turki, tapi salah satu kelemahan yang menonjol adalah masih kurang seriusnya merawat segala destinasinya.

Kita (bangsa Indonesia) akan bisa menjadi maju atau lebih baik dibandingkan dengan sekarang dalam “menjual” obyek wisatanya, jika pihak-pihak yang mendapatkan kepercayaan, khususnya pemerintahan lokal gencar atau serius memperhatikan berbagai aspek kelemahan seperti pembangunan infrastruktur yang digunakan untuk mempermudah akses wisatawan yang akan mencari dan mengunjungi destinasi.

Publikasi obyek wisata (destinasi) sudah mulai gencar dilakukan oleh pemerintah karena dukungan perkembangan teknologi informasi, namun sekali lagi, dukungan pembangunan secara riil untuk memperoleh akses ke lokasinya, masih belum tergarap dengan maksimal.

  • Penulis Dr. Hj. Ana Rokhmatussa’diyah, SH., MH adalah Doktor Ilmu Hukum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Malang (UNISMA), Penulis sejumlah Buku, Ketua Pokja 1 TP PKK Kota Malang, Owner PT. Basmallah Utama Tour.
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

Muhibah Akademik di Negeri Imam Syafi’i Brunei Darussalam oleh Dr. Winarto Eka Wahyudi, M.Pd.I., Alumnus Program Doktor Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UNISMA Malang

Jika boleh mengandaikan Nahdlatul Ulama mendirikan negara, maka kemungkinan besar Brunei Darusasalam adalah bayangan yang paling nyata. Dalam serentang waktu 14 hari, tepatnya dalam kurun 27 Januari -9 Februari 2019 lalu, kami rombongan mahasiswa S3 Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Malang (UNISMA) berkesempatan mengunjungi “negara Nahdlatul Ulama” (daulah nahdliyah). Jika di Indonesia aswaja an-nahdliyah bergerak pada aspek kultural, maka di negara yang berjarak selemparan batu dengan Kalimantan ini, ahlusunnah wal jamaah menjelma menjadi madzhab resmi negara.

Dalam rangka overseas short study sekaligus joint student conference, kami sebanyak 16 mahasiswa program beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama RI angkatan 2016 UNISMA Malang berkesempatan belajar selama empat belas hari di dua Universitas bergengsi di Brunei Darusalam, yaitu di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) dan Kolej Universiti Perguruan Ugama Bandar Seri Begawan (KUPUSB).

pasca menyampaikan presentasi di depan dosen dan mahasiswa UNISSA

Di negara yang dipimpin oleh Sultan Hassanal Bolkiah ini, madzhab syafi’i mendapat posisi yang prestisius. Sebagaimana pengamatan kami selama berada di sana, tradisi keislaman masyarakat Brunei sama persis dengan yang selama ini dilakukan oleh warga nahdliyin. Bahkan keistimewaan madzhab syafi’i ini, termaktub dalam Akta Majlis Agama Islam dan Mahkamah-Mahkamah Kadi Penggal 77, bab 43 (1) yang menyatakan:

“dalam membuat dan memberi mana-mana fatwa dengan cara yang ditetapkan terdahulu sebelum ini Majlis dan Jawatan Kuasa Undang-Undang biasanya menurut kaul yang muktamat daripada madzhab syafie”

Gemerlap cahaya madzhab syafi’i semakin benderang di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) yang menjadi camp akademik kami selama di sana. Bahkan di kampus ini, mempunyai lembaga kajian khusus yang diberi nama Pusat Penyelidikan Madzhab Syafi’i, lengkap dengan perpustakaan pusat yang juga mempunyai ruangan khusus bertajuk Madzhab Syafi’i Collection (KMS)/ al-majmu’ah al-madzhabu asy-syafi’i. Bahkan yang menarik, untuk mempublikasikan pemikiran imam syafi’i dan ulama-ulama syafi’iyah, UNISSA memiliki jurnal khusus bertaraf antarbangsa (internasional) yang berjudul Jurnal al-Shafi’i, ditulis dalam tiga bahasa: Inggris, Arab dan Melayu.

mini diskusi teori “Umron” bersama Prof. Mahayudin Hj Yahaya

Bisa dibilang, UNISSA merupakan kepanjangan tangan dari negara untuk mengkampanyekan madzhab syafi’i secara akademik kepada warga di sana. Hal ini dikarenakan seluruh kampus berada dalam naungan Sultan. Begitupun dengan Kolej Universiti Perguruan Ugama Bandar Seri Begawan (KUPUSB), yang mempunyai jarak beberapa menit dari UNISSA juga mempunyai amanah akademik untuk mengajarkan madzhab Syafi’i atas amanah Sultan. Kampus Islam yang disebut terakhir ini, secara khusus berorientasi melahirkan tenaga pendidik yang berhaluan aswaja bermadzhab syafi’i dalam rangka mengokohkan kedudukan agama Islam di Negara yang memiliki kredo “Islam Melayu Beraja” ini .

Posisi madzhab syafi’i yang istimewa ini, bahkan telah dilegitimasi menjadi hukum syariah negara yang disebut sebagai Hukum Kanun Brunei (HKB). Di dalamnya banyak mengatur beragam hukum adat dan syara’ yang meliputi: undang-undang keluarga islam, undang-undang muamalat harta, undang-undang tanah maupun administrasi negara dan hukum acara. Bahkan HKB sudah menyentuh hukum jinayah: semisal hudud dan Qisas. Namun khusus untuk bab Jinayah, saat ini sedang dalam proses pengkajian Pusat Dakwah Islamiyah dan Kementerian Ugama.

Sharing knowledge dengan Mahasiswa S2 UNISSA asli Brunei, Jalaludin

Kegiatan akademik lintas negara ini, merupakan tindak lanjut dari hasil MoU antara UNISMA dengan UNISSA dan KUPUSB yang diadakan tahun lalu. Bahkan, kami disana sempat berkunjung dan disambut hangat oleh Duta Besar Indonesia untuk negara Brunei.

Selama melakukan muhibah akademik kurang lebih dua minggu disana, kami tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menjelajahi tempat-tempat ikonik dan bersejarah di Brunei Darussalam, misalnya: Institut Tahfiz Al-Quran Sultan Hassanal Bolkiah, Masjid Jame’ Asr Sultan Hasanal Bolkiah, Masjid Omar Ali Saifuddin (nama diambil dari ayahanda Sultan), Pusat Dakwah Islamiyah Brunei, musuem alat kebesaran diraja Brunei dan lain sebagainya.

  • Penulis Dr. Winarto Eka Wahyudi, M.Pd.I adalah Peserta Program Overseas Study UNISMA Malang ke UNISSA Brunei Darussalam tahun 2019, Lulusan Program Studi Doktoral Pendidikan Agama Islam Multikultural Program Pascasarjana UNISMA Malang (Program beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama RI angkatan 2016). Saat ini sebagai Dosen FAI Universitas Islam Lamongan (UNISLA) dan Ketua Lakpesdam NU Kab Lamongan.
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Program Beasiswa Darmasiswa Oleh Malak Rabaa Mahasiswi UNISMA Malang Asal Palestina

Pada kesempatan ini, saya ingin menceritakan tentang program darmasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada orang-orang asing di seluruh dunia. Program darmasiswa merupakan program penting untuk semua orang asing, karena saya rasa semua masyarakat Indonesia merupakan  saudara-saudara  untuk  seluruh  dunia.  Program  darmasiswa juga merupakan program yang bagus karena dari pertama saya ingin mendaftar, ada hubungan baik dari kedutaan Republik Indonesia dan mereka selalu peduli dengan orang-orang asing.

Ketika saya datang ke Indonesia saya sedikit khawatir  karena  saya tidak lancar berbicara bahasa indonesia tetapi alhamdulillah saya sudah  dibantu oleh program darmasiswa dan Universitas islam malang yang sangat bagus  sehingga  saya  sudah  lancar  bahasa  Indonesia.  Pertama  kali  ketika baru tiba di Indonesia ada seorang pemandu dan penerjemah. Hal itu bagus menurut  saya.  Selama  dua  hari  berada  di  hotel  di  Jakarta  saya  bertemu dengan dua orang arab yang mengikuti program darmasiswa di universitas yang lain, mereka menyambut saya dengan baik dan memberi tahu saya beberapa informasi tentang budaya masyarakat yang ada di Indonesia. Dari informasi yang saya dapat, saya berharap bisa belajar bahasa Indonesia dengan baik dan lancar. Kemudian yang membuat saya senang sekali karena selama belajar bahasa Indonesia bisa mendapat budaya Indonesia yang sangat beragam dan saya menikmati proses itu. Hal yang saya dapat dari program darmasiswa adalah mendapatkan teman-teman baru dari berbagai negara,  mereka  sangat  ramah  dan  baik.  Saya  sangat  bangga  terhadap mereka.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Setelah pembukaan program darmasiswa di jakarta, dari Jakarta saya berangkat ke Malang  dengan pesawat terbang.  Di dalam pesawat saya berkenalan dengan teman-teman darmasiswa lain yang akan pergi ke Malang   juga.   . Sampai di Malang kami langsung disambut oleh kawan- kawan  dari  Universitas  Islam Malang  dan  dibawa  ke  tempat  tinggal kami.  Di  sini  berkumpul  banyak  orang  dari seluruh  daerah  di  Malang  dan  Indonesia.  

Saya tinggal bersama mahasiswa-mahasiswa darmasiswa yang berasal dari berbagai negara, mulai dari Syria, Tajikstan, dan Japang. Di sini  kami  hidup  bersama  saling  membaur  satu  sama  lain.  Kami  saling membantu dalam hidup di asrama. Selain teman darmasiswa saya juga memiliki teman-teman Indonesia khususnya dari Malang, mereka tinggal di lingkungan tempat tinggal kami.  Ada  teman  perempuan  dan  teman  laki-laki.  Mereka  semua  sangat ramah terhadap kami. Setiap hari mereka menyapa kami ketika hendak ke kampus dan mereka selalu membantu saya dalam mempelajari dan mempraktikkan   kemampuan   berbicara   bahasa   Indonesia.   Mereka   sudi membantu menjelaskan setiap kata-kata yang saya tidak mengerti baik itu nama-nama benda, kata kerja atau kata-kata yang sering digunakan dalam pergaulan sehari-hari (kata-kata nonformal).

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Teman-teman  Indonesia sering  mengajak saya jalan-jalan ke kota dan pergi berbelanja ke pasar. Ketika hari libur mereka mengajak saya pergi ke pantai untuk bertamasya biar tidak suntuk terus- menurus belajar di kamar.

Mempelajari bahasa Indonesia sangat susah karena kalimat dalam bahasa Indonesia memiliki susunan yang jauh berbeda dengan kalimat dalam bahasa Arab. Saya harus mempelajari kata per kata dengan cara mencatat di buku harian. Setiap hari saya selalu menambah kosakata baru di dalam buku catatan kecil saya dan saya mulai menghafal satu per satu. Saya selalu mencoba melafalkan kata-kata tersebut secara berulang kali, supaya mudah saya ingat dan tidak cepat lupa. Setiap hari saya mencatat 15 sampai dengan 20  kata  per  hari  dan  itu  sangat  berat  bagi  saya,  karena  saya  masih  baru belajar bahasa Indonesia, tetapi saya tetap berusaha untuk bisa berbicara bahasa Indonesia dengan benar. Selain teman, saya juga dibantu oleh guru- guru di kelas, mereka mengajarkan kami bahasa Indonesia dari pagi sampai sore.  Guru-guru  kami  sangat  pintar  dan  bisa  mengajar  Bahasa  Indonesia dengan baik.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Universitas Islam Malang (UNISMA) juga punya banyak fakultas dan banyak kelas-kelas yang bagus, contohnya: kelas kita di PIBA bagus sekali dan sangat indah. Meja-mejanya bagus dan kursi-kursinya baik. Asrama yang disediakan oleh UNISMA bagus sekali. Setiap orang memiliki kamar sendiri, setiap kamar punya  (ac),  dua  tempat  tidur,  meja  belajar,  lemari,  dan  asramanya  bersih sekali.

Beasiswa dari darmasiswa sangat cukup untuk hidup kita selama satu bulan dan bisa membeli semua sesuatu yang kita mau. Semua orang di dunia pasti tertarik dengan program darmasiswa karena sangat nyaman dan membuat    kedamaian    dengan    banyak    negara.    Sekarang    saya    ingin menceritakan  tentang  pengalaman  saya  selama  program  darmasiswa. Pengalaman saya selama program darmasiswa merupakan pengalaman yang paling berkesan selama hidup saya. Pada hari pertama saya datang ke Indonesia,  saya  mulai  kenal  dengan  teman-teman  baru  yang  berasal  dari banyak negara. Saya sempat tinggal di Jakarta selama dua hari. Dua hari itu merupakan momen yang paling saya nikmati untuk berkenalan dengan teman-teman baru. Kemudian saya teringat momen yang tidak terlupakan saat  saya  menekmati  budaya-budaya  Indonesia  yang  sangat  beragam.. Kemudian setelah dua hari di jakarta kita pindah ke kota Malang.

Saya mau berbicara sekilas tentang makanan Indonesia terutama di Malang . Di Indonesia ada banyak jenis makanan tetapi semua makanan Indonesia pada umumnya nasi,   karena indonesia terkenal sebagai negara penanam padi di sawah. Pertama: nasi goreng, kedua: nasi Padang, ketiga: nasi kuning, keempat: nasi uduk, kelima: nasi briyani. Sudah banyak makanan yang pernah saya makan. Berbeda dengan negara saya, di Palestina saya selalu makan roti. Oleh sebab itu saya susah untuk makan nasi setiap hari, namun karena sudah bisa berbicara bahasa indonesia pasti bisa makan nasi setiap hari dan suka pedas karena Indonesia terkenal di makanan yang pedas. Pertama kali saya berada di sini, saya tidak makan nasi karena tidak suka. Semua menunya nasi, dimana-mana nasi tidak ada roti. Saya susah karena tidak biasa makan nasi, tetapi karena saya tidak mendapatkan roti akhirnya saya harus makan nasi juga dan sekarang saya sudah biasa makan nasi.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Selain mengenal makanan Indonesia saya juga ingin mengenalkan makanan palestina kepada orang-orang Indonesia, salah satunya maqlubah yaitu  makanan  tradisional  palestina  terbuat  dari  nasi,  terong  dan  ayam. Disini saya dibantu oleh teman-teman yang menyiapkan peralatan untuk membuat makanan ini. Mereka sangat senang bisa merasakan makanan tradisional palestina.

Saya   juga   ingin  mengucapkan  tentang   budaya   Indonesia,   budaya Indonesia  khususnya  Malang  bagus  sekali.  Budayanya  beragam  dan  sesuai dengan syariat agama. Saya menikmati hal itu, dan menurut saya budaya Aceh lebih dekat dengan budaya Arab karena pakaian dan ucapan selalu menggunakan kata-kata dari bahasa arab dan kata-kata sapaan seperti bahasa   arab.   Ada   banyak   kata-kata   dalam   bahasa   Indonesia   yang menggunakan kata-kata bahasa arab seperti tamasya, lafadh, qurban, qari, gitar, salam, gamis, kitab dan lain-lain. Ini sangat membantu saya memahami kata-kata  bahasa  Indonesia.  Semoga  saya  cepat  bisa  berbicara  bahasa Indonesia!

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Ini  adalah  perasaan  saya  selama  program  darmasiswa.  Semoga sukses selalu dan hubungan dengan seluruh dunia semakin baik lagi. Saya sangat sedih karena program ini sebentar lagi akan habis, itu berarti saya akan  meninggalkan  Indonesia  dan  kawan-kawan  saya  disini.  

Segala penghormatan dan penghargaan kepada pemerintah Republik Indonesia terutama program darmasiswa atas memberikan kita kesempatan bagus ini untuk mendapat ilmu yang bermanfaat. Saya benar- benar tidak akan pernah melupakan pengalaman berharga ini, pengalaman ini akan  saya  ceritakan  kepada  keluarga  saya,  teman-teman  saya,  dan  juga anak-anak  saya  nanti.  Terima  kasih  saya  ucapkan  kepada  penyelenggara program ini, karena melalui program ini saya bisa dipertemukan dengan orang-orang seluruh dunia, berinteraksi dengan mereka dan saling berbagi informasi  mengenai  budaya  dan  adat  istiadat  di  Negara  masing-masing, sekali lagi terima kasih darmasiswa, dan terima kasih Indonesia!

Insyaa Allah saya akan mendaftar satu tahun lagi biar semakin lancar. Maafkan saya kalau ada kesalahan kata.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

  • Penulis Malak Rabaa adalah Mahasiswi Program Beasiswa Darmasiswa Kemendikbud di Universitas Islam Malang (UNISMA Malang) Asal Palestina
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Beberapa Tradisi Pemandian Warga Jepang Oleh Noriko Sawa Mahasiswi UNISMA Malang Asal Jepang

Menurut jajak pendapat, 94% orang Jepang menyukai mandi berendam di air panas. Berikut adalah beberapa tradisi pemandian warga Jepang.

Sejak zaman dulu, agama Shintou di Jepang  melakukan ritual Misogi. Misogi yaitu mandi di sungai atau air terjun untuk membersihkan diri sebelum beribadah.

Tempat Pemandian Misogi

Pada abad keenam, kedatangan agama Buddhisme ke Jepang menyebarkan kebiasaan mandi bagi masyarakat umum. Maksud mandi dalam agama Buddhisme adalah menghapus kotoran dari tubuh untuk melayani Buddha serta menghapus tujuh penyakit dan memperoleh tujuh kesejahteraan.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Awal mulanya, masyarakat belum terbiasa membenamkan tubuh ke dalam air panas saat mandi. Biasanya, gaya mandi masyarakat Jepang pada waktu itu bernama Furo. Furo merupakan tradisi mandi seperti mengukus tubuh dalam lingkungan beruap kemudian menggosok kotoran yang ada di kulit dan menyiramkan air  ke seluruh tubuh. Furo hampir seperti Sauna. Namun, Furo masih termasuk hiburan yang mewah bagi masyarakat umum.

Furo

Pada akhir abad keenam belas sampai awal abad ketujuh belas, muncul Sentou. Sentou yaitu tempat pemandian air panas untuk umum yang menggunakan bak mandi dan dipanaskan langsung dari bawah dengan kayu bakar. Orang yang ingin mandi dipungut biaya masuk. Biaya masuk saat ini sekitar Rp 65.000,00. Di Sentou, satu bak mandi digunakan untuk mandi berendam bersama-sama oleh beberapa orang sekaligus. Oleh karena itu, Sentou menjadi tempat untuk berkomunikasi di daerah setempat.

Sentou

Setelah Perang Dunia Kedua, perekonomian Jepang meningkat secara drastis. Sehingga dibangun banyak apartamen yang memiliki kamar mandi dalam dengan bak mandi. Hal itu menyebabkan semakin berkurangnya jumlah pemandian Sentou.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Menurut kebanyakan orang Jepang, tujuan pemandian bukan hanya untuk membersihkan tubuh. Tujuan lainnya yaitu untuk bersantai, menghilangkan rasa lelah dalam tubuh dan mental, serta menikmati waktu khusus seperti membaca buku dan menonton video sambil berendam di bak mandi. Menghangatkan tubuh dalam air panas membantu sirkulasi darah menjadi lebih lancar khususnya pada musim dingin. Maka, umumnya orang-orang menyukai mandi pada malam hari sebelum tidur.

Setiap bulan ada tradisi memasukkan buah atau tanaman tertentu ke dalam air panas untuk menikmati aroma dan efeknya bagi kesehatan. Contoh yang terkenal adalah daun Jeringau pada bulan Mei dan jeruk Yuzu pada bulan Desember. Efeknya akan membantu sirkulasi darah dan mencegah masuk angin.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Selain mandi setiap hari di rumah, salah satu hiburan terpopuler di Jepang yaitu pergi ke Onsen, tempat pemandian berendam dengan air panas yang keluar dari bawah tanah. Di Jepang ada banyak sumber air panas karena masih ada banyak gunung berapi yang  aktif. Jenis mineral yang terkandung dalam air menyebabkan perbedaan warna air, bau, dan khasiat.

Lokasi untuk sumber air panas bisa berada dekat atau jauh dari gunung berapi. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, diakui lebih dari 3.000 kota wisata yang berkembang di sekeliling sumber air panas dan 27.400 mata air panas di Jepang pada tahun 2016.

Onsen

Di setiap kota Onsen ada banyak penginapan yang memiliki tempat pemandian air panas. Kebanyakan mereka mempunyai Rotenburo yaitu bak mandi luar di tempat terbuka supaya bisa menikmati pemandangan sekitar. Jika ada kesempatan untuk pergi ke Jepang, silakan mendatangi  salah satu tempat pemandian di Onsen untuk mengenal secara langsung tradisi pemandian di sana.

  • Penulis Noriko Sawa adalah Mahasiswi Program BIPA Universitas Islam Malang (UNISMA Malang)
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

Gratis Bincang Santai: Lanjut Studi Pasca Pandemi Covid-19 di Taiwan Minggu 24 Mei 2020 Pukul 14.00-15.30 WIB

Edu-Talk Office of International Affairs of UNISMA Malang

Live Streaming melalui Facebook OIA UNISMA Malang (Unlimited Kuota Peserta): https://web.facebook.com/oia.unisma.1/

LIVE ZOOM (Terbatas untuk 100 Orang First Come First Sign in) MEETING ID: 9899872298 (tanpa password)

Tema: Bincang Santai: Lanjut Studi Pasca Pandemi Covid-19 di Taiwan

Free untuk Umum

Hari, Tanggal: Minggu, 24 Mei 2020

Waktu: 14.00-15.30 WIB

Narasumber:

1. dr. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D (Lulusan Kaohsiung Medical University)

2. Hasan Ismail, S.Pd., M.Sc (Ph.D Candidate National Chiao Tung University)

3. Didik Purwanto, S.Kom., M.Sc (Ph.D Candidate National Taiwan University of Science and Technology)

4. Rahmawati,S.E., MM., MBA (Lulusan National Central University Taiwan)

5. Efendi Wirateruna, ST., M.Sc (Lulusan National Sun Yat-sen University Taiwan)

6. Putri S. Iklima (B.Ed Candidate Lulusan Credit Transfer National Dong Hwa University Taiwan)

7. Andri Rifiani (B.Ed Candidate Lulusan Credit Transfer National Dong Hwa University Taiwan)

Host: Dr. Imam Wahyudi Karimullah, MA (Kepala Kantor Urusan Internasional UNISMA Malang)

Co-Host: Erfan Efendi, S.Pd., M.Pd (Head of International Development Division, FEB UNISMA Malang)

Kegiatan ini bersifat gratis/tidak dipungut biaya dan ditayangkan secara langsung (Live Streaming) melalui:

Facebook OIA UNISMA Malang: https://web.facebook.com/oia.unisma.1/

Peserta Bisa Langsung Mengikuti Tanpa Harus Mendaftar (Gratis). Pertanyaan bisa dikirim pada saat Edu-Talk Berlangsung Melalui Chat Facebook OIA UNISMA Malang.

E-Certificate by Request: Pemesanan Pembuatan E-Sertifikat melalui email: kui@unisma.ac.id atau WA (08128158118)

Peserta Yang Memerlukan E-Sertifikat dikenakan Biaya Pembuatan E-Sertifikat. Biaya sertifikat untuk siswa/mahasiswa adalah Rp. 10.000/orang/sertifikat. Biaya Pembuatan Sertifikat untuk guru/dosen/pegawai adalah Rp. 25.000/orang/sertifikat. Pada Sertifikat akan dicantumkan nama lengkap beserta gelar dan nama instansi/lembaga asal berdasarkan input data dari online form yang diisin oleh peserta. Pemesanan E-sertifikat bisa melalui email: kui@unisma.ac.id

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Atau bisa juga langsung ke UNISMA Malang (dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19), di Jalan Mayjen Haryono, 193, Malang, Jawa Timur 65144

UNISMA Malang:

  • Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia
  • Terakreditasi BAN-PT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  • Memiliki mahasiswa, mitra, dan alumni dari 28 negara, seluruh wilayah Indonesia, dan dari berbagai suku dan agama.
  • Menerima Penghargaan the Best Performing University of the Year
  • PTS peringkat 3 (LLDIKTI Wilayah VII dari 326 institusi pendidikan tinggi di Provinsi Jawa Timur)
  • Ditunjuk Kemenristek RI sebagai Lembaga Penelitian Klaster Utama, dengan anggaran penelitian Rp. 15 miliar per tahun.
  • 100 universitas terbaik, dari 2.141 institusi pendidikan tinggi non-kejuruan se Indonesia.

Daftar sekarang dan bergabunglah dengan kami di UNISMA Malang! http://pmb.unisma.ac.id/

Pilihan Program Studi di UNISMA Malang: http://pmb.unisma.ac.id/

  • Prodi Administrasi Bisnis
  • Prodi Administrasi Publik
  • Prodi Agribisnis
  • Prodi Agroteknologi
  • Prodi Ahwal Al Syakhsyiyah
  • Prodi Akuntansi
  • Prodi Biologi
  • Prodi Farmasi
  • Prodi Ilmu Hukum
  • Prodi Ilmu Peternakan
  • Prodi Manajemen
  • Prodi Pendidikan Agama
  • Prodi Pendidikan Bahasa Arab
  • Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
  • Prodi Pendidikan Dokter
  • Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI)
  • Prodi Pendidikan Guru Roudlotul Athfal (PGRA)
  • Prodi Pendidikan Matematika
  • Prodi Perbankan Syari’ah
  • Prodi Teknik Elektro
  • Prodi Teknik Mesin
  • Prodi Teknik Sipil
  • Profesi Dokter
  • Magister Pendidikan Agama Islam
  • Magister Hukum Islam
  • Magister Manajemen
  • Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
  • Magister Pendidikan Bahasa Inggris
  • Magister Ilmu Administrasi
  • Magister Kenotariatan
  • Magister Peternakan
  • Program Doktor Pendidikan Islam Multikultural

Live Streaming NU Channel: Generasi Entrepreneur 23 Mei 2020 pukul 14.00 WIB

Bulan Ramadhan adalah bulan yang pernuh ibadah. Mari kita isi hari-hari kita dengan kegiatan yang bermanfaat dengan cara mengikuti live streaming Program Kajian Milenial Pustaka Spiritual (KAMPUS) Ramadhan 2020 pada tanggal 23 Mei 2020 pada pukul 14.00 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB).

Tema Program Kampus Ramadhan tanggal 23 Mei 2020 adalah:

“Generasi Entrepreneur”

Narasumber:

  1. H. M. Sofiyullah, SE
  2. Bayu Presmantoro, SE
  3. Zainuddin Ahmad Maky, SE
  • Host: Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si
  • Co-Host: Daris Zunaida, S.AB., M.AB

Live Streaming:

Program ini terselenggara atas kerja sama antara Universitas Islam Malang (UNISMA Malang) dengan NU Channel.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Atau bisa juga langsung ke UNISMA Malang (dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19), di Jalan Mayjen Haryono, 193, Malang, Jawa Timur 65144

UNISMA Malang:

  • Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia
  • Terakreditasi BAN-PT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  • Memiliki mahasiswa, mitra, dan alumni dari 28 negara, seluruh wilayah Indonesia, dan dari berbagai suku dan agama.
  • Menerima Penghargaan the Best Performing University of the Year
  • PTS peringkat 3 (LLDIKTI Wilayah VII dari 326 institusi pendidikan tinggi di Provinsi Jawa Timur)
  • Ditunjuk Kemenristek RI sebagai Lembaga Penelitian Klaster Utama, dengan anggaran penelitian Rp. 15 miliar per tahun.
  • 100 universitas terbaik, dari 2.141 institusi pendidikan tinggi non-kejuruan se Indonesia.

Daftar sekarang dan bergabunglah dengan kami di UNISMA Malang! http://pmb.unisma.ac.id/

Pilihan Program Studi di UNISMA Malang: http://pmb.unisma.ac.id/

  • Prodi Administrasi Bisnis
  • Prodi Administrasi Publik
  • Prodi Agribisnis
  • Prodi Agroteknologi
  • Prodi Ahwal Al Syakhsyiyah
  • Prodi Akuntansi
  • Prodi Biologi
  • Prodi Farmasi
  • Prodi Ilmu Hukum
  • Prodi Ilmu Peternakan
  • Prodi Manajemen
  • Prodi Pendidikan Agama
  • Prodi Pendidikan Bahasa Arab
  • Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
  • Prodi Pendidikan Dokter
  • Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI)
  • Prodi Pendidikan Guru Roudlotul Athfal (PGRA)
  • Prodi Pendidikan Matematika
  • Prodi Perbankan Syari’ah
  • Prodi Teknik Elektro
  • Prodi Teknik Mesin
  • Prodi Teknik Sipil
  • Profesi Dokter
  • Magister Pendidikan Agama Islam
  • Magister Hukum Islam
  • Magister Manajemen
  • Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
  • Magister Pendidikan Bahasa Inggris
  • Magister Ilmu Administrasi
  • Magister Kenotariatan
  • Magister Peternakan
  • Program Doktor Pendidikan Islam Multikultural

Piramida Sudan sebagai Saksi Peradaban oleh Abdalgader Aboksawi Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara UNISMA Malang

Piramida Sudan dekat ibukota, Khartoum, wilayah arkeologi Al-Bajrawi duduk sebagai saksi sejarah bagi peradaban Sudan kuno, menentang keteguhan legendaris faktor-faktor alam dan pergantian era dan masa. Untuk melestarikan fitur piramida dan kuil-kuilnya dengan prestise dan keanggunan kuno yang sama.

Di sini kerajaan Napata, Meroe, Kush, dan Karma berkembang, dan di sini juga raja-raja besar seperti Bhanaki, Taharaqa, dan Shabtaka, yang pengaruhnya meluas sampai ke Mesir hingga perbatasan Palestina, disembuhkan.

Piramida

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Monumen yang ditemukan di Al-Bahjrawiya termasuk lusinan piramida, kuil, dan museum, di samping makam lusinan raja yang berturut-turut memerintah Kerajaan Meroe, yang memerintah di Sudan selama sekitar 8 abad.

Efek yang terkandung dalam Al-Bajrawi, terutama piramida dan makamnya, melukiskan citra yang sangat cerah dari sebuah peradaban yang bekerja keras untuk mengamankan mata pencaharian penduduk yang maju dalam waktu yang sangat buruk dengan cara apa pun yang merupakan kelanjutan dari peradaban Firaun ke kedalaman Sudan.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/


Mantan Direktur Jenderal Otoritas Barang Antik Sudan Hassan Hussein mencatat bahwa “piramida al-Bajrawi dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok selatan yang secara historis merupakan kelompok tertua dan kemudian kelompok utara. Kedua kelompok ini termasuk penguburan raja dan ratu, dan ada kelompok ketiga, piramida barat, di mana para pangeran, puteri dan pejabat seniornya dikubur di tempat itu. Negara dan para bangsawan. Hussein menambahkan bahwa piramida terletak di banyak lokasi di Sudan dan jumlah totalnya adalah 225 piramida, tetapi wilayah Al-Bajrawi menyumbang perhatian dan popularitas tanpa sisa piramida lainnya.

Hassan memberikan deskripsi terperinci tentang piramida terpenting Al-Bajrawy, dengan mengatakan bahwa itu “sebagian besar terdiri dari dua unit; unit pertama adalah atas, dan terdiri dari piramida dan sebuah ruangan yang melekat padanya di sisi timur dan unit bawah yang naik dari atas ke bawah melalui tangga yang mengarah ke dua atau tiga kamar yang digunakan sebagai tempat penguburan dan menghiasi ruangan yang terpasang pada piramida di atas. Sebagian besar dengan gambar dan ukiran yang menggambarkan kehidupan agama, ekonomi, politik dan keamanan dan menunjukkan kekuatan dan kedudukan raja dan ratu yang membangun piramida sebagai kuburan mereka.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Di sekitar piramida Ratu Sheikto, patung Apdemak didirikan, dan itu sebenarnya adalah versi Sudan dari patung “Sphinx” di Mesir. Appadmak digambarkan sebagai dewa yang bertanggung jawab untuk melindungi dan merawat negara, menurut kepercayaan Meroites. Tangan adalah simbol kehidupan, sementara ular besar melingkari tubuh.

Catatan sejarah mengatakan bahwa Raja Ntakamni dan Ratu Amani membangun patung Abadmak pada abad pertama Masehi dan juga membangun sebuah kuil untuk dewa Abadmak dari batu pasir. Kuil ini terdiri dari aula persegi panjang dengan 4 kolom internal dan sebuah gerbang besar di depannya adalah foyer. Sementara dinding dihiasi dengan prasasti Raja Nitkami Dan istrinya dengan sejumlah dewa.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Abdul Qadir: Dua Dari Kanan Mengenakan Pakaian Batik Bermotif Merah

Di façade, Nitkami dan Amani dilindungi oleh Saqr al-Jidyan (lambang nasional Sudan sekarang) dan di bawah kaki mereka sejumlah tawanan adalah tanda kekuatan dan kemenangan atas musuh. Mewujudkannya sambil memukul musuh. Di fasad selatan, potret raja, ratu, dan putra mahkota dinaikkan, mengangkat tangan mereka dalam keadaan beribadah kepada para dewa: Apadmak (dengan kepala singa), Horus (dengan kepala elang), dan Amun (dengan kepala ram).

Di fasad barat Kuil Singa, kita melihat Abadmak dengan 3 kepala dan 4 tangan di tubuh manusia yang memegang tangan kanannya dengan simbol kehidupan seperti yang tampak di fasad utara dan selatan ular besar yang terbungkus dan diakhiri dengan kepala singa bermahkota, dewa Apadmak

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Dalam upaya untuk menghilangkan debu dari monumen Al-Bajrawi dan mempersembahkannya ke dunia, Otoritas Purbakala Sudan telah memulihkan 14 kuil pemakaman, dan piramida dibuka untuk pengunjung serta pembongkaran dan rehabilitasi dua piramida barat.

  • Penulis oleh Abdalgader Aboksawi adalah Mahasiswa Asal Sudan Jurusan Administrasi Negara Universitas Islam Malang (UNISMA Malang)
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Belajar Kepedulian Sosial dari Yordania Oleh Harun Al Rasyid, BS., MIEB., Ph.D., Ketua Program Studi Perbankan Syariah FEB UNISMA Malang

Yordania yang bernama resmin Hashemite Kingdom of Jordan, merupakan salah satu negara di Kawasan Timur Tengah yang berbatasan langsung dengan beberapa negara yang rawan konflik politik. Yordania berbatasan dengan Suriah di Utara, Irak di Timur, Israel dan Palestina di Barat, dan Arab Saudi di Timur dan Selatannya.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Negara yang mendeklarasikan kemerdekaannya pada 25 Mei 1946, telah menjadi negara tujuan pengungsi akibat konflik politik dan keamanan yang ada di Kawasan, khusunya para pengungsi dari Palestina. Saat ini terdapat lebih dari 2 juta pengungsi dari Palestina yang tinggal di Yordania sejak perang Arab-Isral tahun 1967. Angka tersebut belum termasuk 2 juta orang Palestina lainnya yang telah mengungsi di Yordania sejak Perang Arab-Israel tahun 1948, yang kemudian oleh pemerintah diberi status kewarganegaraan Yordania.

Pada tahun-tahun berikutnya, Yordania terus menjadi negara tujuan pengungsi seperti pengungsi dari Irak akibat Perang Teluk 1990 dan Invasi Amerika Serikat ke Irak tahun 2003. Hingga sekarang masih ada sekitar 1 juta warga Irak yang menetap di Yordania. Saat Arab Spring Meletus di Timur Tengah dan meluas hingga krisis keamanan di Suriah, sebanyak 1,4 juta warga Suriah telah mengungsi ke Yordania hingga sekarang.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Latar belakang seperti ini yang kemudian menjadikan masyarakat Yordania memiliki rasa peduli kepada orang asing yang datang. Dengan keterbatasan sumber daya alam yang ada, Raja Hussein (wafat tahun 1999) mendorong masyarakatnya untuk melek huruf dan mengenalkan syiar الإنسان أغلى ما نملك (Manusia adalah sumber daya yang paling berharga). Dari sini, masyarakat Yordania sangat perhatian kepada para thullabul ilomi (mahasiswa), khususnya yang belajar tentang ilmu-ilmu keislaman.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dirindukan oleh para mahasiswa asing di Yordania, karena pada waktu inilah para pengusaha di Yordania membagi-bagikan zakat perniagaannya. Sesuai dengan undang-undang yang ada, para pengusaha dibolehkan secara langsung membagi zakatnya kepada para mustahik dengan mengisi form yang telah diberikan oleh Kementerian Wakaf dan Situs-situs Islam. Form ini nantinya akan digunakan sebagai pengurang beban pajak yang harus dibayarkan. Dana dari zakat tersebut kemudian digunakan oleh para mahasiswa untuk menyambung hidup, bahkan jika mendapat lebih, dana tersebut bisa digunakan untuk membayar uang perkuliahan.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Selain dari para pengusaha, Kementerian Wakaf juga memiliki kebijakan sendiri dengan menjadikan mahasiswa asing jurusan ilmu keislaman menjadi salah satu mustahik yang berhak mendapat zakat ataupun bantuan sosial lainnya. Bantuan yang diberikan kepada mahasiswa tidak hanya pada bulan Ramadhan, melainkan beberapa orang yang memenuhi persyaratan bisa mendapat bantuan uang saku bulanan ataupun uang kuliah.

Disamping bantuan tunai, pada bulan Ramadhan, kpedulian kepada sesama juga ditunjukkan oleh masyarakat Yordania yang memiliki kebiasaan mengundang mahasiswa asing berbuka atau makan sahur, yang dilakukan secara individu ataupun lembaga pendidikan dan pengurus masjid. Bahkan beberapa masjid dalam 10 malam terakhir menyediakan penginapan, konsumsi berbuka dan sahur serta uang transportasi bagi mahasiswa asing yang ingin mengikuti program i’tikaf.

Dengan segala keterbatasan sumber daya alamnya, hal itu tidak mengurangi peran Yordania dalam mengembangkan kepedulian kepada sesama. Yordania juga menjadi salah satu pelopor wakaf produktif, dimana salah satu mall bernama Istiklal Mall merupakan aset wakaf yang dikelola oleh pemerintah dan hasilnya disalurkan kepada para mustahik, tidak hanya warga Yordania, tetapi juga kepada warga asing yang membutuhkan.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Dari sini kita belajar, bahwa bersedekah atau berwakaf, tidak harus menunggu kita mampu/kaya, melainkan bersedekah harus tetap dilakukan apapun kondisi kita dan keadaan di sekitar. Itulah perwujudan dari Islam Rahmatan Lil Alamin.

  • Penulis oleh Harun Al Rasyid, B.S., MIEB., Ph.D adalah Ketua Program Studi Perbankan Syariah serta Ketua Tim Riset Halal Industri Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA Malang)
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Negara Gajah Putih dan the “KITCHEN OF THE WORLD” Oleh Dr. Ir. Nurhidayati, MP., Dekan Fakultas Pertanian UNISMA Malang

Sungguh suatu yang tidak disangka  ketika saya menerima surat dari The Royal Thai Embassy bahwa saya sebagai nominasi pemenang  The Fellowsihp Awards dari TICA dan KOICA untuk mengikuti International Training of Sustainable Agriculture based on Sufficiency Economy Philosophy selama tiga minggu. 

Terdapat tujuh negara ASEAN yang mengikuti program ini. Kami berdiskusi tentang penerapan Sustainable Agriculture di negara kita masing-masing. Kami tinggal di  Rajamangala Chom Kluen Hotel, Hua-Hin, Petchaburi. selama training. Pelaksanaan Training dilakukan di kelas dan kunjungan lapangan ke petani yang menerapkan Sustainable Agriculture.

Foto Bersama Dari Perwakilan Tujuh Negara ASEAN

Pengalaman yang sangat menarik dan menyenangkan selama mengikuti training ini ketika berkunjung ke lahan-lahan pertanian dan hutan mangrove milik pemerintah (The projects of the king) dan lahan-lahan milik petani-petani di Provinsi Phetchabury, Thailand.  Banyak pelajaran yang saya peroleh ketika berkunjung ke lahan pertanian dan berdiskusi dengan petani-petani di Provinsi Phetchabury, Thailand.  Ada pertanyaan yang mengelitik hati saya mengapa Negara Thailand disebut sebagai Kitchen of the word, padahal lahan pertaniannya tidaklah terlalu subur dibandingkan dengan Indonesia yang terkenal dengan gemah ripah loh jinawi, tanahnya subur dan kualitasnya tinggi tetapi produktivitas tanamannya  masih lebih rendah terutama pada komoditi tanaman hortikultura. Lahan-lahan yang terdegradasi karena erosi dan permukaannya terlihat penuh bebatuan berwarna putih menyerupai batu kapur, sejak tahun 1998  telah dilakukan restorasi lahan, sekarang telah berubah menjadi kawasan hijau yang subur, walaupun di beberapa tempat masih dijumpai bebatuan putih. Apa yang dilakukan oleh masyarakat Thailand? Mereka sangat patuh pada titah sang Raja untuk tetap bertahan hidup di tengah situasi yang sangat tidak menyenangkan saat krisis ekonomi dan krisis pangan yang melanda negara Thailand tahun 1998. 

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Raja Thailand memerintahkan rakyatnya untuk melakukan restorasi dan reboisasi dengan menanam rumput.  Masyarakat Thailand menyebutnya rumput ajaib yang mampu menghancurkan bebatuan.  Ternyata nama ilmiah rumput tersebut adalah Vetiveria zizanioides atau dikenal dengan rumput vetiver.  Rumput tersebut memiliki perakaran luas dan dalam serta memiliki biomassa yang besar sehingga bisa menyerap dan menyimpan air dalam jumlah besar ketika musim penghujan dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang membantu menghancurkan bebatuan tersebut.  Setelah saya amati rumput ini banyak ditemukan di Indonesia dan benar apa yang saya duga setelah saya berdiskusi dengan pengelola lahan ini ternyata rumput ini awal mulanya mereka impor dari Indonesia, kemudian dibudidayakan secara besar-besaran dan ditanam di kawasan yang terdegradasi. Setelah tiga tahun penanaman rumput Vetiver ini bebatuan hancur dan dapat ditanami kembali. Kita sebagai pemerhati bidang pertanian mungkin tidak pernah terfikirkan bahwa rumput tersebut mampu memulihkan tanah-tanah terdegradasi.

Rumput vetiver (Vetiveria zizanioides) yang mampu menghancurkan bebatuan

Pengamalan yang sangat berkesan lagi  ketika kami berkunjung ke petani sukses yang menerapkan sistem pertanian organik di provinsi ini dengan menanam tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan antara lain sayuran daun, buah pisang, anggur, pepaya, belimbing, jambu bangkok dan kelapa.  Saya merasakan buah-buahan yang ditanam di lahan tersebut yang sangat berbeda dari buah yang sama di Indonesia,  rasanya manis sekali dan renyah serta buahnya besar-besar. Apa kunci keberhasilan mereka? Ternyata mereka menerapkan sistem pertanian organik yang memanfaatkan seresah dedaunan dan kotoran ternak yang mereka pelihara untuk dijadikan pupuk kompos yang diaplikasikan ke lahan perkebunan buah tersebut secara rutin sehingga tanah tetap subur, tanpa sedikitpun menggunakan pupuk kimia maupun pestisida kimia.  Aplikasi pupuk kompos dapat meningkatkan  aktivitas mikroorganisme tanah untuk mempertahankan kesuburan tanah.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Kunjungan ke lahan terdegradasi yang telah berubah menjadi lahan hijau

Bagi saya ini adalah pengalaman yang sangat berkesan (very impressive experince) bahwa bila kita sebagai pemerhati dan pengusaha pertanian memiliki komitmen tinggi untuk menerapkan sistem pertanian organik yang memanfaatkan potensi lokal, maka sistem pertanian kita akan sustainable dan dapat menghasilkan produk pangan yang sehat dan berkualitas tinggi sehingga bisa kita ekspor ke negara lain sebagaimana dilakukan oleh petani-petani di negara Thailand. Mereka benar-benar telah lulus dari masa-masa sulit krisis ekonomi dan krisis pangan dan energi  dan menjadi The Kitchen of the World karena kesabaran dan kepatuhannya kepada Raja untuk tetap kreatif dan inovatif memanfaatkan sumberdaya lokal dan  menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan dengan Low Technology External Input.  Dengan ketekunan dan kecintaan terhadap profesi kita di bidang pertanian, Insyaallah masa-masa sulit yang akan kita hadapi pasca Covid-19 di bidang ketahanan pangan akan kita lalui dengan meningkatkan kreativitas dan aksi nyata untuk tanam apa yang kita makan dan makan apa yang kita tanam di lingkungan kita sehari-hari.  Work in Agriculture will feel fun and exciting if you make full effort to put out all your creativity.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Foto Bersama Peserta International Training of Sustainable Agriculture based on Sufficiency Economy Philosophy
  • Penulis Dr. Ir. Nurhidayati, MP. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim