Sejarah dan Kebudayaan Gambia oleh Bakary Touray Mahasiswa FEB UNISMA Malang Asal Gambia

Sejarah Gambia

Sejarah  Gambia tidak cukup gelap seperti  negara Afrika tetangga yang mengalami perang kekerasan. Negara ini dulunya merupakan pelabuhan dagang penting karena Sungai Gambia dan banyak kekuatan Eropa mencoba untuk mengontrol akses. Inggris yang menang, menjadikan Gambia sebagai protektorat Britania pada tahun 1820. Akibatnya, bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa nasional negara, yang membuatnya menjadi tempat yang ramah untuk dikunjungi bagi orang asing.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Kekaisaran Ghana abad ke-11 dan ke-13 sampai abad ke-15 Kekaisaran Mali pernah membentuk wilayah yang saat ini dikenal sebagai Gambia. Menjelang akhir 1456, James Island menyambut Navigator pertama dari Portugal, yang segera memulai perdagangan di sepanjang pantai Afrika Barat. Dari abad ke-15 sampai abad ke-16, orang Portugis menukar besi, senjata api, garam, panci, mesiu, dan wajan untuk emas, ebony, gading, dan lilin lebah. 

Bangsa Jerman Baltik membangun benteng James Island pada 1651, namun Inggris mengungsi ke dalam 1661. Kapal Perancis, raja dan perompak Afrika, terus mengancam Inggris, sehingga benteng yang lebih baru didirikan di Bathurst (Banjul) dan Barra, serta di muara sungai Gamba. Fort James menjabat sebagai budak pos sampai praktek itu dihapuskan pada 1807. Sementara itu, Inggris terus bergerak ke hulu dan akhirnya, pada 1820, seluruh wilayah ini dinyatakan sebagai protektorat Britania dan diklasifikasikan sebagai koloni mahkota pada tahun 1888.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Pemerintahan sendiri tidak terjadi sampai 1963, dan Gambia memerlukan dua tahun untuk akhirnya mencapai kemerdekaan lengkap. David Jawara, pemimpin partai progresif rakyat, diangkat sebagai Perdana Menteri.

Gambia adalah yang terakhir dari koloni Inggris untuk mendapatkan kemerdekaan penuh karena ukuran dan masalah kemiskinan, tetapi mereka telah menunjukkan tanda kemajuan. Pada 1981, kudeta yang gagal dilakukan oleh militer yang mengarah ke Konfederasi Senegambia 1982. Ini hampir bersatu Senegal dan Gambia, tetapi ide itu dihentikan pada tahun 1989. Kedua negara masih mempertahankan ikatan yang baik, sehingga mudah untuk pergi pada perjalanan harian antara Gambia dan Senegal.

Ada kudeta lain pada 1994, dan meskipun tidak ada pertumpahan darah, itu menghentikan industri pariwisata. Untungnya, Thiso telah pulih dalam pemilu 1996 ketika Yahya Jammeh menang. Dalam beberapa tahun terakhir, Gambia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil dan masih mempertahankan hubungan dekat dengan Inggris.

Budaya Gambia

Gambia mungkin kecil, tetapi merupakan rumah bagi orang-orang multi-budaya dengan beberapa kelompok etnis. Orang Gambia pada umumnya menguasai dua bahasa dan dapat berbicara bahasa Inggris. Penduduk setempat biasanya menguasai tiga atau empat bahasa daerah.

Keragaman berkontribusi pada budaya lokal yang penuh warna. Sementara sebagian besar praktik didasarkan pada Islam, tradisi etnis juga ditoleransi dan dihormati. Lebih dari 80 persen warga Gambia tinggal di daerah pedesaan, meskipun banyak anak muda pindah ke daerah Banjul (kota) untuk bekerja atau belajar. Semakin banyak orang yang mempelajari nilai-nilai dan kebiasaan Barat, dan banyak dari mereka menyukai musik pop.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Kebiasaan yang lain adalah untuk berjabat tangan dan mengatakan Salaam aleikum, yang berarti, “Selamat Bagimu,” sebagai salam tradisional. Orang Gambia umumnya damai dan ramah, jadi tidak perlu takut atau malu ketika mereka memperlakukan Anda dengan ramah. Biasanya masyarakat gambia menggunakan pakaian kasual dalam kegiatan sehari-hari. Kecuali mereka menghadiri kegiatan pertemuan bisnis atau menghadiri jamuan makan malam, mereka biasanya menggunakan pakaian jas atau dasi.

Adalah umum untuk menerima undangan ke sebuah kampung di gambia dan ini akan memberi Anda wawasan yang luar biasa tentang cara hidup lokal. Jika Anda menerima undangan tersebut, sopan apabila Anda membawa hadiah kecil, misalnya sekantong beras atau sabun untuk mencuci. Anda mungkin juga diundang untuk mencoba salah satu hidangan lokal Gambian seperti Benachin (nasi dan sayur-sayuran) atau Domoda, (daging, direbus dengan Pure kacang dan disajikan dengan nasi).

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Ada banyak suku tetapi yang utama adalah Mandinka, Wolof, Fula dan Jola, masing-masing memiliki bahasa dan tradisinya sendiri. Pakaiannya bervariasi tapi selalu cerah dan berwarna-warni dan beberapa gaya rambut yang rumit berplakat adalah sebuah karya seni, yang terkadang memerlukan waktu dua hari untuk membuat model rambut.

Agama di Gambia

Gambia pada dasarnya adalah sebuah negara sekuler. Secara tradisional sangat toleran terhadap semua kepercayaan dan 90% dari penduduk mempraktikkan ajaran dasar Islam. Dari 10% sisanya terdapat populasi orang Kristen dan campuran agama tradisional yang terlokalisasi. Islam datang ke bagian Afrika Barat melintasi Sahara di awal milenium kedua. Meskipun masyoritas Islam, di Gambia terdapat tempat pembuatan bir dan alkohol dijual secara luas di supermarket bagi wisatawan.

Salah Satu masjid di Gambia

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Ada banyak ratusan agama lokal di Afrika Barat dan ini umumnya berpusat pada Animisme, atau bahwa setiap hewan, tanaman atau objek memiliki jiwa atau Roh dan harus diperlakukan seperti itu. Ini dapat berarti bahwa area atau tempat tertentu dianggap sakral dan dimiliki oleh Roh – atau sesungguhnya oleh jiwa leluhur — dan adalah umum untuk melihat persembahan kepada roh-roh ini (bahkan kadang disebut dewa) yang ditinggalkan dalam bentuk dupa atau bunga.

  • Penulis Bakary Touray adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA Malang Asal Gambia
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

Hompimpa Alaeum Gambreng dan Critical Thinking Anak SMA di Jepang oleh Mochamad Imron Azami Dosen FKIP UNISMA Malang

Pada suatu kesempatan, saya mendapatkan undangan untuk menjadi fasilitator di Onomichi-kita Senior High School yang terletak di Higashi Hiroshima, Jepang. Kami dijemput oleh salah satu Guru sekolah saat itu. Sesampainya di sekolah, kami diantar ke ruang kepala sekolah dan mendapatkan sedikit briefing tentang apa yang akan kita lakukan di kelas.

Setelah briefing, kami diantar murid-murid SMA Onomichi-kita High school untuk memasuki kelas satu per satu. Saya sudah disambut dengan murid-murid yang antusias dengan kedatangan saya. Singkat cerita saya memperkenalkan diri dihadapan puluhan murid di kelas dan satu guru Bahasa Inggris yang duduk dibelakang mengawasi murid-muridnya. Saat sebelum saya memperkenalkan diri, ada satu murid perempuan yang lumayan mahir menggunakan Bahasa Inggris sebagai moderator selama acara di kelas.

Setelah memperkenalkan diri, sesi tanya jawab pun dimulai. Ada beberapa murid yang antusias bertanya tentang culture shock yang saya alami selama di Jepang. Saya pun bercerita tentang ocha (Teh Jepang) pertama yang saya beli di vending machine dekat asrama tempat saya tinggal.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Kebetulan saya suka minuman yang manis dan saat mencoba ocha yang saya beli di vending machine rasanya hambar dan pahit. Dan saya sampaikan ke murid-murid bahwa saya terbiasa minum teh menggunakan gula dan mereka terkejut karena teh di Jepang tidak menggunakan gula.

Setelah sesi tanya jawab seputar culture shock yang saya alami, tiba sesi selanjutnya ice breaking selama 30 menit. Pada saat ice breaking, saya diminta untuk bergabung dengan salah satu group yang terdiri dari 4 murid laki-laki, dan disitu kita bermain tebak-tebakan. Dalam menentukan siapa yang akan ditunjuk untuk memberikan jawaban murid-murid di Jepang biasanya melakukan suit Jepang (Jankenpon). Akan tetapi mereka saya ajari untuk melakukan suit ala Indonesia (Hompimpa Alaeum Gambreng).

bersama siswa-siswi di Jepang

Beberapa kelompok lain di kelas excited dengan apa yang kita lakukan, hingga setelah ice breaking selesai ada yang bertanya apa yang saya lakukan tadi di group. Saya pun menjawab kalau kita melakukan suit ala Indonesia. Saya pun memperagakan suit Indonesia yang menggunakan telapak tangan atas dan bawah.

Murid yang lain pun bertanya, apa yang saya katakan ketika melakukan suit ala Indonesia. Saya pun menjawab, ketika kita melakukan suit ala Indonesia kita harus mengucapkan “Hompimpa Alaeum Gambreng” yang berarti “dari Tuhan kembali ke Tuhan, mari kita bermain” yang diambil dari Bahasa Sanksekerta.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Setelah itu ada satu murid lagi yang bertanya, jika kita melakukan suit Indonesia hanya dua orang saja, bagaimana menentukan pemenangnya. Saat itu saya bergumam dalam hati “Nice Question”. Dan saya pun memberikan apresiasi terhadap siswa yang bertanya pertanyaan itu. Saya menjawab jika hanya tinggal dua pemain saja, kita akan mengganti suit Indonesia dengan menggunakan ibu jari sebagai gajah, jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. Jika ibu jari bertemu dengan jari telunjuk maka ibu jari akan menang, sebaliknya ibu jari akan kalah jika bertemu dengan jari kelingking. Dan jika jari telunjuk bertemu dengan jari kelingking maka jari telunjuk akan menang, sebaliknya jari telunjuk akan kalah ketika bertemu ibu jari.

Pada suatu kesempatan, saya mendapatkan undangan untuk menjadi fasilitator murid di Onomichi-kita Senior High School yang terletak di Higashi Hiroshima. Kami dijemput oleh salah satu Guru sekolah saat itu. Sesampainya di sekolah, kami diantar ke ruang kepala sekolah dan mendapatkan sedikit briefing tentang apa yang akan kita lakukan di kelas.

Setelah briefing, kami diantar murid-murid SMA Onomichi-kita High school untuk memasuki kelas satu per satu. Saya sudah disambut dengan murid-murid yang antusias dengan kedatangan saya. Singkat cerita saya memperkenalkan diri dihadapan puluhan murid di kelas dan satu guru Bahasa Inggris yang duduk dibelakang mengawasi murid-muridnya. Saat sebelum saya memperkenalkan diri, ada satu murid perempuan yang lumayan mahir menggunakan Bahasa Inggris sebagai moderator selama acara di kelas.

Setelah memperkenalkan diri, sesi tanya jawab pun dimulai. Ada beberapa murid yang antusias bertanya tentang culture shock yang saya alami selama di Jepang. Saya pun bercerita tentang ocha (Teh Jepang) pertama yang saya beli di vending machine dekat asrama tempat saya tinggal.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Kebetulan saya suka minuman yang manis dan saat mencoba ocha yang saya beli di vending machine rasanya hambar dan pahit. Dan saya sampaikan ke murid-murid bahwa saya terbiasa minum teh menggunakan gula dan mereka terkejut karena teh di Jepang tidak menggunakan gula.

Setelah sesi tanya jawab seputar culture shock yang saya alami, tiba sesi selanjutnya ice breaking selama 30 menit. Pada saat ice breaking, saya diminta untuk bergabung dengan salah satu group yang terdiri dari 4 murid laki-laki, dan disitu kita bermain tebak-tebakan. Dalam menentukan siapa yang akan ditunjuk untuk memberikan jawaban murid-murid di Jepang biasanya melakukan suit Jepang (Jankenpon). Akan tetapi mereka saya ajari untuk melakukan suit ala Indonesia (Hompimpa Alaeum Gambreng).

Beberapa kelompok lain di kelas excited dengan apa yang kita lakukan, hingga setelah ice breaking selesai ada yang bertanya apa yang saya lakukan tadi di group. Saya pun menjawab kalau kita melakukan suit ala Indonesia. Saya pun memperagakan suit Indonesia yang menggunakan telapak tangan atas dan bawah.

Murid yang lain pun bertanya, apa yang saya katakan ketika melakukan suit ala Indonesia. Saya pun menjawab, ketika kita melakukan suit ala Indonesia kita harus mengucapkan “Hompimpa Alaeum Gambreng” yang berarti “dari Tuhan kembali ke Tuhan, mari kita bermain” yang diambil dari Bahasa Sanksekerta.

Setelah itu ada satu murid lagi yang bertanya, jika kita melakukan suit Indonesia hanya dua orang saja, bagaimana menentukan pemenangnya. Saat itu saya bergumam dalam hati “Nice Question”. Dan saya pun memberikan apresiasi terhadap siswa yang bertanya pertanyaan itu. Saya menjawab jika hanya tinggal dua pemain saja, kita akan mengganti suit Indonesia dengan menggunakan ibu jari sebagai gajah, jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. Jika ibu jari bertemu dengan jari telunjuk maka ibu jari akan menang, sebaliknya ibu jari akan kalah jika bertemu dengan jari kelingking. Dan jika jari telunjuk bertemu dengan jari kelingking maka jari telunjuk akan menang, sebaliknya jari telunjuk akan kalah ketika bertemu ibu jari.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Saya pun mendapatkan pengalaman yang berharga ketika berkunjung di Onomichi-kita High School tentang kepercayaan diri murid yang walau terbata-bata bertanya menggunakan bahasa inggris yang ala kadarnya, tetap mereka berani bertanya dan pikiran kritis yang dimiliki murid-murid Jepang sangat diperlukan dan merupakan salah satu skill yang harus dikuasai di era Revolusi Industri 4.0

Saya pun mendapatkan pengalaman yang berharga ketika berkunjung di Onomichi-kita High School tentang kepercayaan diri murid yang walau terbata-bata bertanya menggunakan bahasa inggris yang ala kadarnya, tetap mereka berani bertanya dan pikiran kritis yang dimiliki murid-murid Jepang sangat diperlukan dan merupakan salah satu skill yang harus dikuasai di era Revolusi Industri 4.0

  • Penulis Mochamad Imron Azami adalah Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISMA Malang
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

Internalisasi Pendidikan Karakter di Berlin Jerman: Oleh Dian Mohammad Hakim Dosen Fakultas Agama Islam UNISMA Malang

Dalam konteks pendidikan Indonesia, Pendidikan Karakter menjadi bagian yang sangat penting untuk di kaji akhir-akhir ini. Alasanya adalah belum berbanding lurusnya antara teori yang di dapatkan oleh peserta didik dengan praktek yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berbanding lurus dalam yang dimaksud misalnya ‘apabila di dalam kelas siswa diajari bersikap jujur maka seyogyanya dalam kehidupan sehari-hari dimanapun dan kapanpun, diawasi naupun tidak, peserta didik tersebut bersikap jujur’. 

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Sebagaimana yang teramanatkan dalam kurikulum 2013 (K-13) Terdapat 18 nilai dalam pendidikan karakter yang idealnya dimiliki oleh semua peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Nilai pendidikan karakter tersebut adalah ; Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat / Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, dan Tanggung Jawab. Dalam konteks pembahasan masyarakat Berlin, saya akan membatasinya pada 6 nilai pendidikan karakter saja; yaitu ; Jujur, Toleransi, Disiplin, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, dan Tanggung Jawab. Kenapa hanya 6? Karena selama  berada di Berlin yang dapat saya amati adalah ke 6 nilai tersebut. Bagaimana ke-6 nilai tersebut terinternalisasi atau menyatu dalam masyarakat Berlin? Let’s check them out!

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Jujur: adalah perilaku yang berdasar pada sebuah usaha untuk menjadikan pelakunya dapat dipercaya baik dalam hal ucapan, perbuatan maupun pekerjaan. Dari yang saya amati masyarakat di Berlin menerapkanya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini tampak pada saat menggunkan transportasi umum, jual beli atau menyampaikan sesuatu. Dalam hal menggunkan transportasi umum masyarakat di berikan kemudahan dalam mengakses tiketnya, baik kereta maupun bus. Tidak ada petugasnya. Dan tiket tersebut dapat digunakan baik selama satu hari penuh atau beberapa jam saja, baik secara individu maupun kelompok (5 orang). Andaikata mereka tidak jujur pasti tidak akan membeli tiket dan langsung saja menaiki transportasi yang mereka inginkan karena tidak ada kondektur ataupun petugas yang menjaganya. Akan tetapi hal tersebut tidak dilakukan. Dalam hal jual beli, tidak ada petugas yang menunggui pada waktu pembeli memilih baju atau barang lain, mereka bebas memilih dan mencoba apapun bentuk bajunya, dan manakala tidak cocok mereka bisa kapanpun mengembalikanya atau menukarnya dengan catatan nota dan brand barangnya masih ada. Andaikan tidak jujur pasti mereka akan mencurinya atau memanipulasi barang yang dibelinya. Selanjutnya adalah masalah menyampaikan sesuatu. Apabila merasa tidak expert dalam hal yang ingin disampaikan, mereka langsung mengutarakan terus terang akan ketidak mampuanya tanpa sungkan dan rasa malu. Andaikata mereka tidak jujur pastilah mereka bisa saja menyampaikan sesuatu yang belum mereka kuasai dengan pertimbangan materi atau yang lainya. Tapi tidak mereka lakukan.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Toleransi: merupakan sikap dan tindakan yang menghargai berbagai macam perbedaan. Utamanya perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dengan dirinya. Toleransi masyarakat Berlin sangan nampak sekali dalam hal agama dan perbedaan etnis. Meskipun Katholik mayoritas disini, namun dalam hal beragama misalnya, diberikanya akses public bagi muslim. Meskipun muslim minoritas. Mereka bebas untuk mengekspresikan keberagamaanya dan tidak ada gangguan. Dalam hal perbedaan etnis juga demikian. Di Berlin terdapat berbagai macam etnis, namun semuanya dapat hidup berdampingan dengan nyaman tanpa adanya gangguan satu sama lain.

Disiplin: disiplin berarti sebuah usaha atau tindakan yang mencerminkan patuh atau perilaku tertib pada berbagai hal yang telah disepakati atau ditentukan. Kedisiplinan orang Berlin tampak pada setiap acara atau kegiatan yang di ikutinya. Misalny,  saya beberapa kali ikut pertemuan dengan para pejabat Negara atau dosen di berbagai perguruan tinggi di Berlin. Mereka datang dan memulai acara atau kuliah sesuai dengan jadwalnya dan selesai juga sesuai dengan jadwalnya.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Gemar Membaca: merupakan sebuah habit untuk senantiasa menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi pembacanya. Kebiasaan ini sudah tidak diragukan lagi tertanam kuat dalam diri masyarakat Berlin. Hal ini nampak pada berbagai kesempatan yang selalu digunakan untuk membaca. Misalnya ketika di dalam kereta, bus atau transportasi umum lainya. Yang mengherankan saya adalah ketika saya berkunjung ke toko buku terbesar di Berlin. Sebuah toko yang menurut saya bak supermarket buku. 3 lantai yang penuh buku dengan berbagai macam Bahasa dan berbagai genre. Kebiasaan gemar membaca tampak pada ramainya toko buku tersebut, dan disediakanya tempat baca dalam toko tersebut serta penuhnya orang sedang membaca di toko buku tersebut. luar biasa.

Peduli Lingkungan: adalah sikap dan upaya yang selalu berusaha untuk mencegah kerusakan pada lingkungan alam sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang terjadi. Kepedulian ini nampak sekali pada masalah kebersihan. Dengan kedaran diri setiap orang membuang sampah pada tempatnya. Tampaknya mereka tidak rela jika ada sampah berserakan. Selain itu, tersedianya berbagai tempat sampah denga kualitas baik diberbagai tempat. Lebih lanjut, hal ini juga nampak pada disediakanya public space di sepanjang jalan dan pepohonan tumbuh rindang disitu. Menurut hemat saya, ini adalah upaya pencegahan polusi. Selain itu masyarakat Berlin sangat gemar bersepeda dan berjalan kaki. Ini menandakan betapa mereka sangan peduli lingkunganya dengan tidak menciptakan polusi. 

Tanggung Jawab: dalam konteks ini saya artikan sebagai sebuah upaya atau tindakan seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibanya yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, alam sekitar, dan negaranya. Tanggung jawab masyarakat Berlin tampak pada tugas yang diembanya. Saya mengamati misalnya tanggung jawab dari pemandu wisata saya. Mereka selalu datang tepat waktu serta memberikan pelayanan yang terbaik. Apapun yang berkaitan dengan program saya, mereka menjadwalkanya dengan sempurna. Dalam konteks yang lebih luas, sikap tanggung jawab ini nampak pada setiap orang Berlin yang berhubungan dengan agenda kegiatan saya. Mereka akan memberikan pelayanan yang terbaik sebagai bentuk rasa tanggung jawab mereka.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Dari berbagai sikap dan tindakan tersebut, rasanya sebagai seorang muslim sangat perlu mengaplikasikanya dalam kehidupan sehari-hari. Ditambah lagi dengan jargon pendidikan karakter yang sudah sangat dielu-elukan dan diajarkan diberbagai sekolah di Indonesia mulai dari tingkat bawah samapi atas, sudah saatnya untuk terinternalisasi dalam setiap tindakan. Tidak hanya sebatas teori namun juga aplikasi nyata baik dalam bentuk tingkah laku maupun tutur kata.

Untuk mengakhirinya, sejenak perlu merenung sebuah statemen yang tersurat dalam sebuah maqalah kitab salalimul fudlola’barang siapa yang bertambah ilmunya namun tidak semakin takut kepada Allah niscaya tidak akan tambah kepadanya melainkan hanya jauh dari-Nya”. Semoga can be better day by day, Amiin

  • Penulis Dian Mohammad Hakim, M.Pd.I adalah Dosen Fakultas Agama Islam UNISMA Malang
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2020

Segenap Tim Office of International Affairs Universitas Islam Malang (UNISMA) mengucapkan selamat Hari Kebangkitan Nasional. Semoga kita semua bisa bangkit di tengah pandemi Covid-19 menuju bangsa yang unggul dan berdaya saing. Amin ya robbal ‘alamin.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Atau bisa juga langsung ke UNISMA Malang (dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19), di Jalan Mayjen Haryono, 193, Malang, Jawa Timur 65144

UNISMA Malang:

  • Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia
  • Terakreditasi BAN-PT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  • Memiliki mahasiswa, mitra, dan alumni dari 28 negara, seluruh wilayah Indonesia, dan dari berbagai suku dan agama.
  • Menerima Penghargaan the Best Performing University of the Year
  • PTS peringkat 3 (LLDIKTI Wilayah VII dari 326 institusi pendidikan tinggi di Provinsi Jawa Timur)
  • Ditunjuk Kemenristek RI sebagai Lembaga Penelitian Klaster Utama, dengan anggaran penelitian Rp. 15 miliar per tahun.
  • 100 universitas terbaik, dari 2.141 institusi pendidikan tinggi non-kejuruan se Indonesia.

Daftar sekarang dan bergabunglah dengan kami di UNISMA Malang! http://pmb.unisma.ac.id/

Pilihan Program Studi di UNISMA Malang: http://pmb.unisma.ac.id/

  • Prodi Administrasi Bisnis
  • Prodi Administrasi Publik
  • Prodi Agribisnis
  • Prodi Agroteknologi
  • Prodi Ahwal Al Syakhsyiyah
  • Prodi Akuntansi
  • Prodi Biologi
  • Prodi Farmasi
  • Prodi Ilmu Hukum
  • Prodi Ilmu Peternakan
  • Prodi Manajemen
  • Prodi Pendidikan Agama
  • Prodi Pendidikan Bahasa Arab
  • Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
  • Prodi Pendidikan Dokter
  • Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI)
  • Prodi Pendidikan Guru Roudlotul Athfal (PGRA)
  • Prodi Pendidikan Matematika
  • Prodi Perbankan Syari’ah
  • Prodi Teknik Elektro
  • Prodi Teknik Mesin
  • Prodi Teknik Sipil
  • Profesi Dokter
  • Magister Pendidikan Agama Islam
  • Magister Hukum Islam
  • Magister Manajemen
  • Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
  • Magister Pendidikan Bahasa Inggris
  • Magister Ilmu Administrasi
  • Magister Kenotariatan
  • Magister Peternakan
  • Program Doktor Pendidikan Islam Multikultural

Live Streaming NU Channel: Generasi Milenial Unggul untuk Membangun NKRI 20 Mei 2020 pukul 14.30 WIB

Bulan Ramadhan adalah bulan yang pernuh ibadah. Mari kita isi hari-hari kita dengan kegiatan yang bermanfaat dengan cara mengikuti live streaming Program Kajian Milenial Pustaka Spiritual (KAMPUS) Ramadhan 2020 pada tanggal 20 Mei 2020 pada pukul 14.30 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB).

Tema Program Kampus Ramadhan tanggal 20 Mei 2020 adalah:

“Generasi Milenial Unggul untuk Membangun NKRI”

Narasumber:

  1. Drs. H. Anwar Sa’dullah, M.Pdi
  2. Dr. H. Muh Afifullah Rifai, M. Ed
  • Host: Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si
  • Co-Host: Daris Zunaida, S.AB., M.AB

Live Streaming:

Program ini terselenggara atas kerja sama antara Universitas Islam Malang (UNISMA Malang) dengan NU Channel.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Atau bisa juga langsung ke UNISMA Malang (dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19), di Jalan Mayjen Haryono, 193, Malang, Jawa Timur 65144

UNISMA Malang:

  • Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia
  • Terakreditasi BAN-PT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  • Memiliki mahasiswa, mitra, dan alumni dari 28 negara, seluruh wilayah Indonesia, dan dari berbagai suku dan agama.
  • Menerima Penghargaan the Best Performing University of the Year
  • PTS peringkat 3 (LLDIKTI Wilayah VII dari 326 institusi pendidikan tinggi di Provinsi Jawa Timur)
  • Ditunjuk Kemenristek RI sebagai Lembaga Penelitian Klaster Utama, dengan anggaran penelitian Rp. 15 miliar per tahun.
  • 100 universitas terbaik, dari 2.141 institusi pendidikan tinggi non-kejuruan se Indonesia.

Daftar sekarang dan bergabunglah dengan kami di UNISMA Malang! http://pmb.unisma.ac.id/

Pilihan Program Studi di UNISMA Malang: http://pmb.unisma.ac.id/

  • Prodi Administrasi Bisnis
  • Prodi Administrasi Publik
  • Prodi Agribisnis
  • Prodi Agroteknologi
  • Prodi Ahwal Al Syakhsyiyah
  • Prodi Akuntansi
  • Prodi Biologi
  • Prodi Farmasi
  • Prodi Ilmu Hukum
  • Prodi Ilmu Peternakan
  • Prodi Manajemen
  • Prodi Pendidikan Agama
  • Prodi Pendidikan Bahasa Arab
  • Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
  • Prodi Pendidikan Dokter
  • Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI)
  • Prodi Pendidikan Guru Roudlotul Athfal (PGRA)
  • Prodi Pendidikan Matematika
  • Prodi Perbankan Syari’ah
  • Prodi Teknik Elektro
  • Prodi Teknik Mesin
  • Prodi Teknik Sipil
  • Profesi Dokter
  • Magister Pendidikan Agama Islam
  • Magister Hukum Islam
  • Magister Manajemen
  • Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
  • Magister Pendidikan Bahasa Inggris
  • Magister Ilmu Administrasi
  • Magister Kenotariatan
  • Magister Peternakan
  • Program Doktor Pendidikan Islam Multikultural

Belajar Bahasa Arab di Negeri Sudan oleh Muhammad Afifullah, B.Sh., M.Ed., Ph.D Dosen Fakultas Agama Islam UNISMA Malang

Belajar bahasa Arab merupakan kebutuhan mendasar, khususnya bagi kaum santri, pelajar dan juga mahasiswa muslim yang ingin mempelajari lebih dalam tentang ilmu-ilmu keislaman. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar sumber-sumber keilmuan Islam memang berasal dari bahasa Arab, bahkan al-Qur’an sendiri sebagai kitab induk keilmuan juga turun dalam bahasa Arab, sebagaimana kitab-kitab lainnya, seperti: Hadist, Fiqh, Aqidah, dan Nahwu.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

di Indonesia, materi-materi pelajaran berbahasa Arab, umumnya diajarkan secara formal di Pesantren, Madrasah maupun Perguruan Tinggi Islam dengan menggunakan metode terjemah, di mana materi pelajaran yang disampaikan tidak dibacakan dan dijelaskan secara langsung menggunakan bahasa Arab, akan tetapi harus diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam bahasa Indonesia atau Jawa.

Model pembelajaran seperti ini, menurut sebagian ahli bahasa sebenarnya kurang mendukung proses pembelajaran bahasa Arab secara komprehensip, karena siswa hanya akan memiliki satu atau dua kemahiran berbahasa saja dari empat kemahiran berbahasa yang seharusnya dapat mereka kuasai, yaitu: membaca, mendengar, menulis dan berbicara. Dengan metode terjemah siswa hanya dominan menguasai kemahiran membaca dan mendengar saja, sementara kemahiran menulis dan berbicara mereka pasif.

Negara Sudan sebagai salah satu negara Arab yang terletak di benua Afrika, telah sejak lama menjadi negara tujuan bagi para pelajar dari negara-negara asal: Afrika, Asia, Eropa bahkan Timur-Tengah yang ingin menuntut ilmu-ilmu keislaman, termasuk bahasa Arab. Adapun pelajar Indonesia ditenggarai sudah ada di Sudan sejak tahun 70-an.

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Banyaknya pelajar asing yang belajar bahasa Arab di Sudan, antara lain didorong oleh beberapa faktor berikut: banyaknya perguruan tinggi yang membuka jurusan bahasa Arab, bahasa pengantar dalam proses pembelajaran menggunakan bahasa Arab fusha dan juga masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan bahasa Arab fusha, baik dikalangan pejabat pemerintah maupun rakyat biasa yang tinggal di pedesaan atau bekerja di sektor-sektor non formal.  

Pada saat ini, terdapat ± 1,000 mahasiswa Indonesia di Sudan, dimana sebagian besar dari mereka belajar di International University of Africa (IUA) bersama dengan mahasiswa-mahasiswa lain dari ± 68 negara. Umumnya mereka belajar pada jurusan-jurusan keagamaan, seperti: Syariah, Dirosat Islamiyah, Tarbiyah, dan Adab.

IUA menjadi kampus favorit bagi para pelajar asing di Sudan karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain: gedung asrama, perkantoran dan perkuliahan yang cukup representatif, didukung dengan beberapa fasilitas penunjang lainnya, seperti: kantin, taman, masjid, lapangan olah raga, dan klinik kesehatan. Selain itu, mahasiswa dan dosen yang datang dari berbagai negara tersebut juga diharuskan menggunakan bahasa Arab fusha dalam proses pembelajaran.

Secara khusus, terkait dengan pengembangan bahasa Arab di IUA, keunggulan lain yang dimilki oleh kampus tersebut adalah keharusan mahasiswa untuk tinggal di asrama bersama dengan mahasiswa dari negara lain, di mana rata-rata per kamar diisi oleh 5-8 mahasiswa. Hal tersebut dimaksudkan agar diantara mereka dapat saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Arab. Kemudian bagi mahasiswa baru yang belum mahir berbahasa Arab, juga diharuskan belajar terlebih dahulu di sekolah persiapan bahasa Ma’had al-Lughah al-Arabiyyah selama satu tahun.

https://minanews.net/ International University of Africa, Sudan

Ayo Kuliah dan Daftar di UNISMA Malang sekarang!

Pendaftaran bisa melalui online: http://pmb.unisma.ac.id/

Selain beberapa keunggulan di atas, lingkungan masyarakat di sekitar kampus juga sangat mendukung proses pembelajaran bahasa Arab, karena mereka pada umumnya sudah terbiasa dan dapat memahami dengan baik bahasa Arab fusha, baik ketika berkomunikasi dengan orang-orang yang sudah dewasa maupun masih anak-anak atau ketika berada di tempat-tempat umum, seperti: pasar, super market, terminal dan perkantoran.

Tak hanya itu, para mahasiswa semester akhir juga diharuskan mengikuti qafilah atau kuliah kerja nyata, dimana mereka akan disebar ke berbagai daerah untuk dilatih menyampaikan materi-materi berbahasa Arab kepada masyarakat Sudan.

Semoga artikel ini menginspirasi kita semua, baik Dosen maupun Mahasiswa mengenai pentingnya lingkungan bahasa yang harus kita desain sedemikian rupa, agar proses pembelajaran bahasa dapat berjalan dengan maksimal.

  • Penulis Muhammad Afifullah, B.Sh., M.Ed., Ph.D Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang (UNISMA)
  • Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi http://www.kui.unisma.ac.id
  • Popular Article atau Rubrik Opini http://www.kui.unisma.ac.id adalah terbuka untuk umum. Panjang naskah sekitar 500-600 kata (berbahasa Indoneisa atau bahasa Internasional). Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
  • Naskah dikirim ke alamat e-mail: kui@unisma.ac.id
  • Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.